karikatur Donald Trump Founding father telah mencontohkan betapa pentingnya memainkan pemikiran dalam sebuah geopolitik internasional.
( Indra Aden )
Salam Kemenangan Trump pada permainan tarif sebenarnya hampir dikalahkan oleh beberapa negara khususnya Tiongkok dan beberapa negara lainnya yang melawan.
Tapi yang membuat ia membusung adalah hasil kerja Bahlil yang memberikan uang pada Trump sebesar Rp 168 Triliun, Indonesia mengijinkan Amerika Serikat mengekspor barang seperti minyak dan lainnya, demi turunnya tarif ekspor negeri ini ke Paman Sam.
Hal ini berarti kita telah kalah segalanya, kontrol Amerika Serikat pada Nusantara demikian besar, jangan berharap mandiri bangsa kepulauan. Mau keluar dari masalah eh menjadi masalah baru,yakni dengan ketaklukan semakin nyata.
Katanya freeport sudah 100% milik Indonesia kenapa tidak memainkan isu dan daya tawar pada mereka???,. Apakah elit dan politisi telah putus asa? Bahkan tak menemukan jalan keluar dari perang tarifnya Trump.
Katanya untuk mencari keseimbangan dagang antar kedua negara. Bila berhasil menekan satu kali dan berhasil maka mereka akan membuat hal hal baru untuk semakin kuat penaklukannya.
Kita telah banyak pengalaman dengan pemiliki patung Liberti, namun berulangkali kita masuk perangkap dan bangga menyatakan, Paman Sam telah berbuat baik tuk tanah air ini.
Padahal, mereka bermaksud supaya negara Garuda yang penuh dengan sumber daya alam selalu berada dalam ketiak mereka.
Elit dan politisi terlihat mudah menyerah, tidak memiliki mental yang kuat, faktor ini disebabkan tanpa melihat kekuatan sumber daya alam dan tak menggunakan sebagai bentuk perlawanan.
Apakah ini menandakan rapuhnya keberadaan kepemilikan pemikiran para elit dan politisi yang mencari jalur keluar perangkap dari perang tarif.
Permasalahan itu terus menerus bergerak apabila rekrutan partai politik hanya melihat KKU (kolusii,nepotisme,uang) sebagai alat ukur memasukan anggota partai tanpa melihat kemampuan berpikir, analisa, pemahaman budaya politik, dan situasi kondisi rakyat.
Maka jangan berharap bangsa Indonesia raya mampu mandiri atas politik, budaya dan ekonomi dalam sebuah geopolitik maupun pasar global.
Sejarah membuktikan bahwa Tulang punggung utama bangsa dilahirkan dari para elit dan politisi berkemampuan pemikiran, cerdas dan pandai.
Tanpa semua kemampuan tersebut kita hanya dipermainkan oleh pihak asing pemilik sifat dan waktak kolonialis lalu menjadikan negara lain sebagai jajahannya.
No Comments