Ilustrasi Imperialis Parlementer dan Absolut MONOLOG
Imperialisme telah menjadi Polemik sepanjang sejarah Kekuasaan
Bagi yang setuju dengan Imperialisme berarti dia adalah si imperialis Absolut itu
Bagi yang menentangnya dia adalah Si imperialis Parlementer itu
Imperialisme berwatakkan Imperialistik
Imperialistik adalah Gerak sejarah Kekuasaan yang hadir dalam Sejarah dan Konkret dalam ruang dan waktu Menjadi NEGARA.
Negara adalah Lembaga imperialistik yang otentik.
PROLOG
Politik adalah KEKUASAAN Yang Melembaga
Imperialis imperialis Bersinggasana didalam Jantung Politik yang bernama PERINTAH
Demokrasi adalah Instrumen Politik yang didalamnya terdapat Ruang bagi Budak budak imperialis yang bernama DRAKULA POLITIK.
Para Penjahat NEGARA diberi tempat terhormat didalam rumah rumah politik yang bernama REZIM POLITIK, SOSIAL, KEAGAMAAN, KEBUDAYAAN dan REZIM KEUANGAN.
Rakyat telah diberi secuil Kekuasaan oleh Sang Imperialis yang Bernama DEMOKRASI sebagai Rumah bagi Begundal begundal Politik.
IMPERIALISME
Sejak Kapan imperialis itu ada
Imperialis itu ada Sejak adanya RAJA
Sejak adanya Kekuasaan
Sejak adanya Negara’
Siapakah Raja itu
RAJA adalah Bapak Manusia
Siapakah yang menjadikannya
YANG menjadikan nya adalah anak anaknya, cucu cucunya, cicit cicitnya dan seterusnya.
Sejak kapan itu ada
Adanya Sejak terjadinya DEKRIT
Imperialisme adalah Nativis Nativis yang melekat pada individu individu
Yang disebut sebagai Kehendak Untuk BERKUASA
YANG disebut sebagai keberadaan manusia KONKRET
YANG disebut sebagai Keberadaan manusia unggul
Yang disebut sebagai keberadaan Supermen yang bermoral TUAN
Kemudian seiring waktu tanpa persyaratan yang ditentukan interaksi berlangsung dan terjadilah konflik konflik kecil disetiap interaksi.
Konflik Sosial pertama terjadi akibat kebiasaan lama berbenturan dengan kejadian yang di klaim oleh Tradisi sebagai yang tidak sesuai dengan kebiasaan ( KONVENSI)
Di kehidupan sosial manusia awal terdapat Piagam ( walaupun tidak tertulis karena tulisan masih belum ada) yang berbunyi : Hidup bersama , menanam bersama panen bersama dikumpulkan bersama dan dimakan bersama.
Namun ada Suatu situasi yang bersifat kebetulan yaitu ada beberapa orang Dari kelompok induk tersebut berjalan jalan melampaui batas wilayah kekuasaan kerajaan ( Negara)
Kemudian kelompok kecil tersebut menemukan Sebuah lahan subur yang Secara topografis melebihi kesuburan yang ada di wilayah kerajaan ( Negara) tersebut.
Kemudian daripada itu kelompok kecil tersebut mulai menggarap lahan subur tersebut dengan menanam tanaman yang biasa ditanam di kerajaan ( Negara) Nya.
Tanaman yang ditanam sama dengan yang ditanam di Negaranya yaitu tanaman Pangan.
Setelah itu kelompok kecil tersebut membawa ternaknya kewilayah disekitar lahan subur tersebut dan ternak ternak itu tumbuh dan berkembang menjadi banyak dan kwalitasnya Melampaui ternak ternak yang ada di Negara asalnya.
Dikarenakan konsentrasi terhadap tanaman dan ternak ternaknya tersebut akhirnya kelompok kecil tersebut membentuk koloni baru dengan model meniru model model yang ada pada kelompok induknya ( Negara asalnya)
Ketika musim panen raya tiba mendadak datanglah Rombongan besar dari kelompok induknya ikut memanen tanaman yang ditanam oleh kelompok kecil tersebut.
Inilah awal terjadinya konflik sosial Antara kelompok induk dengan kelompok kecil tersebut.
Namum berhubungan mereka yang konflik itu adalah masih keluarga besar Sendiri maka Raja ( sang imperialis) bisa menyelesaikan konflik sosial ini dengan Damai
Inilah awal terbentuknya Ketetapan/ Peraturan/ undang undang Namun karena tidak tertulis diberi Nama KONVENSI.
Konvensi
Pembukaan
Bahwa sesungguhnya seluruh wilayah kerajaan manusia yang Luas ini adalah milik bersama
BUMI AIR dan segala yang tumbuh diatasnya dikuasai oleh Kerajaan ( NEGARA)
Dan digunakan untuk kebutuhan seluruh warga Kerajaan ( Negara’). tanpa kecuali.
Semua untuk semua( Cikal bakal Sosialisme)
Satu Untuk Semua ( cikal bakal Otorianisme)
Semua untuk Satu( Cikal bakal Monoisme)
Dengan yang sedemikian itu tertuanglah Sebuah Konvensi yang berbunyi.:
Kelompok induk diperbolehkan ikut memanen namun seluruh hasil panenan tidak lagi menjadi milik kelompok induknya melainkan ada pembagian yang proposional yang disebut UPAH.
Hal ini terjadi dikarenakan kelompok induk tidak ikut menanam dan memelihara
Pada proses dan tahapan berikutnya, Raja ( sang imperialis) memberikan wilayah koloni tersebut kepada kelompok kecil tersebut dengan kewajiban membayar Upeti kepada kerajaan ( kelompok induk).
Akhirnya setiap panen raya baik Tanaman Pangan maupun hasil ternak, kelompok kecil berkewajiban menyetorkan UPETI ke kelompok induknya ( Kerajaannya/ Negaranya).
Seiring waktu peristiwa peristiwa sosial terjadi
Kekuasaan Bapak manusia semakin luas.
Hal itu dikarenakan ditemukan koloni koloni baru
Struktur demogaphy mulai terbentuk
Raja raja kecil terus tumbuh dan berkembang menjadi Kolonialis Kolonialis baru yang secara heryditer sebagai imperialis Imperialis yang tak Terhindarkan.
Imperialisme mulai terkonsep Secara terstruktur.
Sosial budaya mulai bertumbuh dan berkembang mengikuti pergerakan Kolonialisme dan Imperialisme.
Bagi yang Superior dijadikan Penguasa dengan sistem Natural yang dianut oleh anak anak manusia Pada Saat itu.
Perangpun tak terelakkan lagi
Kehendak untuk berkuasa PENUH memicu tumbuhnya NASIONALISME
Inilah awal adanya BANGSA BANGSA.
Adalah suatu keniscayaan Bahwa Kekuasaan tidak bisa disaingi oleh Kekuasaan yang lain
Tidak ada Dua Matahari
Kekuasaan Bapak Manusia yang terbesar dan terkuat saat itu telah membuat Piagam PIAGAM dalam rangka Kekuasaanya
REJIM POLITIK mulai terbentuk dengan Nama PATRIARKI
Kemudian REJIM AGAMA dibentuk
YANG disusul oleh pembentukan REJIM REJIM yang lain dalam memperkuat Keberadaan REJIM POLITIK.
Pemberontakan terjadi dimana-mana
Koloni koloni yang tersebar cukup banyak mulai berani menyatakan tidak tunduk lagi kepada Kerajaan INDUK
Hal yang sedemikian itu berakibat kepada terbunuhnya banyak anak-anak manusia
Dan menjadinya janda janda yang ditinggal mati oleh pasangannya dikarenakan PERANG.
Tiba-tiba gemuruh tentara gabungan dari berbagai kolomi menyerang IBU KOTA dan berhasil membunuh Bapak Manusia dan kerajaan Terbesar itu jatuh
Kekuasaan berpindah kepada RAJA Baru yang disebut sebagai seorang Imperialis Parlementer.
Kematian Sang imperialis ABSOLUT telah menandai terjadinya Ritual Ritual dalam bentuk bentuk UPACARA.
Tulisan ini tidak berlandaskan kepada Historiography maupun pemikiran pemikiran Primordial yang telah banyak beredar di kalangan masyarakat luas, melainkan berdasarkan RASIO HISTORIS dengan metode Reflektif Tingking ( TRANS HISTORIS).
Tulisan ini adalah serial ke 1
Penulis
Djoko Sukmono
Badan Pendidikan dan Pelatihan NASMAR
No Comments