Aktivis Institute : Kesenjangan Ekonomi Dalam Bidang Pertanian Menjadi Persoalan Struktural Indonesia

2 minutes reading
Thursday, 1 Jan 2026 05:07 347 Aktivis

 

 

Kita bermimpi sektor pertanian yang lebih adil dan berdaya saing, kontribusinya terhadap pendapatan negara dapat ditingkatkan, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional secara berkelanjutan.

( Andika Kombun )

 

Sebagai negara agraris dengan sebagian besar wilayah dan penduduknya bergantung pada sektor pertanian, ketimpangan yang terjadi di dalam sektor ini berpotensi menimbulkan dampak luas, tidak hanya bagi kesejahteraan petani, tetapi juga terhadap stabilitas dan peningkatan pendapatan negara dalam lingkup nasional.

Ketika sektor pertanian tidak dikelola secara adil dan merata, kontribusinya terhadap perekonomian nasional menjadi tidak optimal.

Salah satu bentuk kesenjangan ekonomi di bidang pertanian terlihat dari perbedaan penguasaan lahan, akses modal, teknologi, dan informasi antara petani kecil dan pelaku usaha pertanian skala besar. Petani kecil sering kali hanya memiliki lahan sempit dengan produktivitas rendah, sementara mereka juga menghadapi keterbatasan dalam mendapatkan pembiayaan, pupuk, benih unggul, serta pendampingan teknologi. Kondisi ini menyebabkan hasil produksi tidak maksimal dan pendapatan petani tetap rendah, sehingga daya beli dan kontribusi mereka terhadap perekonomian nasional juga terbatas.

Kesenjangan ini juga berdampak pada rantai distribusi dan nilai tambah hasil pertanian. Banyak petani berada pada posisi lemah dalam sistem pemasaran, sehingga keuntungan terbesar justru dinikmati oleh tengkulak atau pelaku industri hilir. Akibatnya, sektor pertanian kurang mampu menciptakan nilai ekonomi yang signifikan bagi negara, baik dalam bentuk pajak, ekspor, maupun penguatan industri berbasis pertanian. Jika ketimpangan ini terus dibiarkan, potensi besar pertanian sebagai sumber pendapatan negara tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Dalam skala nasional, kesenjangan ekonomi di sektor pertanian dapat mendorong menurunnya minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian. Hal ini berisiko mengurangi kapasitas produksi pangan dalam jangka panjang dan meningkatkan ketergantungan pada impor.

 Ketika impor pangan meningkat, devisa negara tergerus dan neraca perdagangan menjadi kurang sehat, yang pada akhirnya berdampak pada berkurangnya pendapatan negara serta melemahnya ketahanan ekonomi nasional.

Upaya mengurangi kesenjangan ekonomi di bidang pertanian menjadi sangat penting bagi masa depan Indonesia. Kebijakan yang berpihak pada petani kecil, pemerataan akses terhadap teknologi dan permodalan, serta penguatan kelembagaan pertanian dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

 

Penulis

Andika Kombun

Anggota  Aktivis Institute

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA