Foto Konfercab GMNI Tulungagung Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) merupakan organisasi kemahasiswaan yang menganut ideologi Marhaenisme dalam menjalankan perjuangannya.
Dalam perjalanannya GMNI tidak pernah berafiliasi dengan partai politik manapun baik secara kepengurusan pusat sampai Cabang.
Pergantian pengurus terus menerus dilakukan agar roda organisasi tetap berjalan, pada kesempatan ini DPP GMNI Menghadiri Sekaligus Membuka Konfercab GMNI Tulungagung Ke VIII.
Sahdan selaku Ketua Bidang Hubungan Antar Lembangga DPP GMNI menghadiri sekaligus membuka Konfercab DPC GMNI Kabupaten Tulungagung yang ke VIII.
Konfercab ini berjalan sukses dengan tema Satukan Visi, Perkuat Gerakan, Wujudkan Dampak Pelopor Pejuang Marhaenisme.
Kegiatan Kofrensi Cabang GMNI Tulungagung dilaksanakan pada tanggal 22-23 Februari 2025 Pendopo Desa Plandaan, Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung, Kegiatan Koferensi Cabang dihardiri, oleh Ketua Persatuan Alumni beserta para senior dan Sespuh GMNI Tulungagung, perwakilam Kesbangpol, Kadispora Kabupaten Tulungagung, dan seluruh Kader DPC GMNI Tulungagung.
Bung Sahdan Saat menyampaikan Sambutannya atas nama DPP GMNI, mengatakan Bahwa Konfercab adalah forum tertinggi ditingkatan Cabang, yang berfungsi untuk merumuskan program kerja DPC satu periode kedepan, kemudian yg hal Ikhwal paling penting selain daripada itu juga akan memilih Ketua maupun sekretaris DPC GMNI Tulungagung.
” Secara Historis dan idiologis Platfom gerakan sudah diwarisi oleh Perempuan hembat yang menjadi panutan serta guru kemanusian bagi Sang Proklamator Bangsa Indonesia yaitu Bung Karno”.
Kita sama sama mengetahui bahwa Sarinah bukan hanya simbol perempuan yang berbudi Pekerti luhur, Sarinah telah mencetak doktrinasi perjuangan sangat Dahsyat bagi seorang Soekarno, bagaimana tidak atas dedikasi Sarinah, Bung Karno menjadi begitu perhatian terhadap nasip kaum marhaen alias wong cilik.
Oleh karena itu Bung Sahdan berharap kepada kader dan alumni GMNI serta pemeritah daerah Tulungagung, agar supaya memberikan perhatian khusus tentang warisan keilmuan Sarinah, dijadikan sebagai sumber inspirasi dan sepirit perjuangan.
Saat Konfercab berlangsung, ” Bung Sahdan menyampaikan pidato Kebangsaannya bahwa Sarinah harus dibuatkan monumen bersejarah di Kabupaten Tulungagung layaknya, para pahlawan pahlawan bangsa lainnya, karena nilai nilai yang diajarkan Sarinah kepada Bung Karno, tidak hanya sekedar tentang kemanusiaan semata namun tentang budi luhur bangsa Indonesia.
Dalam penutu[an sambutannya, Bung Sahdan mengajak kepada seluruh kader DPC GMNI Tulungagung agar doktrin nilai nilai perjuangan Sarinah menjadikan sebagai landasar berpikir serta berjuang dalam memperjuangkan kepentingan kaum marhaen dikabupaten Tulungagung”.
No Comments