MONOLOG
Perintah Sejarah Kepada Republik Indonesia :
Jadilah Republik Paripurna
Tugas Sejarah bagi BANGSA Indonesia adalah :
Jadilah Bangsa BESAR
Hanya Sekali dalam Sejarah Republik Indonesia ini Menjadi KUAT
Hanya Sekali dalam Sejarah BANGSA Indonesia ini BESAR
PROLOG
RASIO HISTORIS dengan RASIO PALUNYA Hadir didalam Sejarah Indonesia Sebagai RAKYAT
RASIO HISTORIS melihat potret RAKYAT sedang menggenggam PALU KEDAULATAN
RASIO HISTORIS memandang RAKYAT INDONESIA menyatakan bahwa dirinya telah terhubung dengan PANCASILA dan UUD th 1945
Rakyat Indonesia telah memenuhi Panggilan SEJARAH sebagai Sukarelawan Indonesia yang siap sedia dan siap GRAAk menjadi Tenaga tenaga Revolusioner yang progresif bagi Negara Bangsa Indonesia.
RADIKALISASI Di Sebuah REPUBLIK
Setiap BANGSA memiliki sosial historis dan sosial Budaya yang berbeda-beda
Oleh karenanya tidaklah mungkin berbagai budaya itu melebur menjadi satu kesatuan budaya yang otentik.
Pra kemerdekaan Indonesia, BANGSA ini adalah eksis sebagai Bangsa Bangsa yang independen terhadap historisitasnya maupun budayanya . Mereka adalah memiliki sejarahnya sendiri dan budayanya sendiri yang bersifat Regional
Konstruksi Sosial Pada budaya budaya Regional itu adalah sebuah Primodialisme yang Membentuk karakter tersendiri yang benar benar berbeda-beda.
Peristiwa Politik Pada 17 Agustus th 1945 adalah Pernyataan Kemerdekaan dari yang dinyatakan sebagai Pendiri BANGSA dan NEGARA.
Namum pernyataan politik tersebut bersifat Idiologis bertujuan sebagai antitesis terhadap FEODALISME, KOLONIALISME dan IMPERIALISME
Momentum tersebut terjadi Sebuah situasi Idiologis dan situasi Politik yang Kronik Pasca Perang Dunia kedua.
Radikalisasi didalam Perspektif Sosial Politik
Radikalisasi adalah hak mendasar bagi setiap anak anak manusia sebagai respon terhadap Situasi BATAS SOSIAL POLITIK YANG KRONIK.
Bentuk bentuk SITUASI BATAS SOSIAL POLITIK KRONIK itu adalah berupa Kepanikan yang menampak pada Bentuk bentuk :
INTIMIDASI
DISINTEGRASI
DISORIENTASI
INTIMIDASI adalah Tindakan Radikal dari Pihak yang satu Kepada pihak yang lain.
INTIMIDASI bisa berbentuk Ultimatum, Sabotase, Blokade,
Jika Bentuk bentuk tersebut masih diabaikan maka intimidasi Bisa ditingkatkan Kepada tindakan tindakan Represif.
Radikalisasi yang mewarnai Politik Negara’ BANGSA Indonesia ini merupakan konsekwensi LOGIS dari KOMPLEKSITAS Permasalahan BANGSA.
Ketika Radikalisasi terjadi di kehidupan sosial anak anak Bangsa Indonesia, maka dalam situasi yang sedemikian itu terjadi benturan benturan yang tragis yang tak terelakkan dan kondisi tertentu mengakibatkan Berbagai TRAGEDI INSTITUSIONAL bahkan bisa kepada Tragedi Kemanusiaan.
Penulis
Djoko Sukmono
Badan Pendidikan dan Pelatihan
Gerakan Pemuda Nasionalis Marhaenis
No Comments