Pertanian Merupakan Sumber Kemakmuran dan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Bojonegoro

3 minutes reading
Thursday, 20 Mar 2025 04:11 618 Aktivis
Masyarakat bojonegoro memiliki hasil pertanian yang sangat melimpah, namun yang menjadi pertanyaan mengapa masyarakat Bojonegoro masih dikategori masyarakat miskin..???
 ( SAHDAN )

Pertanian sebagai Penyangga Tatanan Pangan Nasional merupakan salah sumber dari kemakmuran seluruh lapisan masyarakat yang di Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur.

Kemakmuran masyarakat akan tercapai apabila generasi muda dan stakeholder yang ada Bumi Angling Darma ini peduli dengan dunia pertanian yang sangat luar biasa potensi, baik sebagai sumber pendapatan utama Rumah tangga, industri maupun Pendapatan Asli Daerah.

Kemakmuran serta kesejahteraan masyarakat akan tercapai apabila kekuatan pertanian dimaksimalkan baik dari segala aspek terutama sekali dengan askes modal, Akses pasar serta pendidikan tentang pertanian modern.

60% lebih masyarakat kabupaten Bojonegoro beprofesi sebagai petani maupun buruh tani dengan lahan pertanian yang sangat luas, akan tetapi permasalahan para petani kita adalah kurangnya pemahaman akan kebutuhan pasar serta keterbatasan modal, lebih lebih petani skala kecil yang sangat mendominasi pertanian di Kabupaten Bojonegoro.

Kemakmuran bagi masyarakat petani akan tercapai apabila kebutuhan infrakstruktur pertanian terpenuhi baik itu infrastruktur irigasi perarian, maupun jalan usaha tani serta pasar berbasis pertanian.

Kenapa pasar pertanian menjadi salah satu faktor utama kebutuhan kemakmuran serta kesejahteraan bagi petani ???, hal ini dapat kita lihat ketika panen raya, petani selalu dipermaikan oleh para tengkulak dengan mempermainkan harga atau biasa penulis menyebutnya harga anjlok saat panen raya.

Yayasan Suara petani Cabang Bojonegoro mengamati hasil pertanian di Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur, rata rata budidaya didomonasi oleh Tembakau, Padi, Bawang merah, serta jagung,  keempat hasil petani ini dapat memenuhi kebutuan skala nasional serta eskpor apabila masyarakat dan pemerintahnya bergandengan tangan untuk memajukan pertanian di Bumi angling darma.

Masyarakat bojonegoro memiliki hasil pertanian yang sangat melimpah, namun yang menjadi pertanyaan mengapa masyarakat Bojonegoro masih dikategori masyarakat miskin, ini tentu menjadi pekerjaan utama bagi para pemangku kebijakan pemerintahan daerah.

Yayasan Suara petani Indonesia sangat meyakini betul bahwa kemajuan Kabupaten Bojonegoro akan terwujud apabila pemerintah dan masyarakat berkolaborasi untuk menajukan sektor pertanian.

Akhir akhir ini penulis merasa resah ketika melihat generasi muda yang seolah olah enggan memilih profesi sebagai petani, meskipun saat ini lagi trending dilabelkan dengan status petani milenial. Problematik pertanian tidak lagi dibicarakan secara serius bahkan generasi muda tidak tertarik untuk memilih pekerjaan sebagai petani karena dianggap sebagai pekerjaan yang kotor, panas, kurang menghasilkan atau menjajikan sebagai sumber pencarian utama.

Tidak sedikit generasi muda Kabupaten Bojonegoro beranggapan bahwa pekerjaan sebagai petani hanya membantu orang tua saja, kenyataaan pahit ini terbukti bahwa angka petani masih didominasi oleh rentan usia 40 keatas.

Kita sebagai masyarakat penerus kehidupan harus berani meyakini serta memilih bahwa pertanian sebagai sumber kehidupan abadi untuk masa depan. Harapan ini paling tidak diyakini dari relung hati sanubari Genererasi milenial Gen Z.

 

 

Penulis
SAHDAN
Ketua Yayasan Suara Petani Indonesia
Cabang Bojonegoro

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA