Dokumentasi pelatihan KKN Mahasiswa UM Surabaya di Papua
Dalam upaya mendukung keberlanjutan pasokan listrik di wilayah Papua, tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Muhammadiyah Surabaya yang didukung oleh Divisi Maintenance Support PT Freeport Indonesia menggelar pelatihan perawatan genset secara berkala di Desa Banti dan Rumah Sakit (RS) Banti.
Pelatihan ini menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat yang difokuskan pada peningkatan kapasitas lokal dalam menjaga dan merawat sumber energi vital tersebut.
Pelatihan yang berlangsung secara intensif ini mengajarkan peserta tentang berbagai prosedur penting, mulai dari pemeriksaan rutin, pembersihan komponen, penggantian oli dan filter, hingga teknik penanganan kerusakan kecil pada genset.
Tujuan utama kegiatan ini Adalah menjadikan kualitas mutu kerja dengan memastikan genset dapat beroperasi optimal dan tahan lama, sehingga pasokan listrik di desa maupun rumah sakit tetap stabil dan dapat diandalkan untuk kebutuhan sehari-hari.

Kepala Desa Banti mengapresiasi program yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Surabaya ini dan menilai pelatihan tersebut sangat membantu meningkatkan kemandirian masyarakat dalam mengelola listrik secara mandiri. Di sisi lain, pihak RS Banti juga menyatakan pelatihan ini sangat penting sebagai penunjang layanan kesehatan yang memerlukan listrik tanpa gangguan. Ucapnya.
Sesi tanya jawab dan praktek langsung menjadi penutup pelatihan, memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengimplementasikan ilmu yang didapat secara langsung. Harapannya, pelatihan semacam ini tidak hanya berhenti di sini, melainkan dapat terus berlanjut sebagai upaya berkelanjutan dalam pemberdayaan masyarakat Papua, khususnya dalam pengelolaan tenaga listrik yang esensial bagi kehidupan sehari-hari.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Desa Banti dan RS Banti Papua semakin siap menghadapi tantangan listrik melalui perawatan genset yang teratur dan secara berkala, sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Penulis
Ismail Efendi
Mahasiswa KKN Mandiri 2 Universitas Muhammadiyah Surabaya
Kelompok 41 wilayah Papua Indonesia
No Comments