Potret Sekolah Pragelan II
Pendidikan menjadi zimat paling ampuh yang bisa menentukan perjalanan baik buruknya Indonesia pada masa depan.
SDN Pragelan 2 di Kecamatan Gondang Kabupaten Bojonegoro tengah menghadapi masalah serius yang mengancam keberlangsungan sekolah.
Selain status lahan yang bermasalah dengan ahli waris, jumlah siswa di sekolah ini dilaporkan terus menurun secara drastis.
Seorang operator sekolah yang enggan disebutkan namanya membenarkan bahwa hingga kini, sengketa lahan sekolah dengan ahli waris belum menemukan titik terang.
Situasi ini memicu kekhawatiran masyarakat dan orang tua murid. “Status tanah sampai saat ini masih bermasalah,” ujarnya.
Konflik ini tidak hanya menciptakan ketidakpastian hukum, tetapi juga berdampak langsung pada fasilitas sekolah.
Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya pagar sekolah. “Saat ini pagar sekolah belum ada,” imbuhnya.
Ketiadaan pagar tentu menimbulkan kerentanan, mulai dari keamanan siswa hingga aset sekolah yang tidak terlindungi.
Namun, yang paling mengkhawatirkan adalah dampak dari semua masalah ini terhadap minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya di SDN Pragelan 2.
Data menunjukkan, jumlah siswa terus mengalami penurunan. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin sekolah ini akan kekurangan murid hingga akhirnya harus ditutup.
Masyarakat dan pihak terkait berharap pemerintah segera turun tangan menyelesaikan sengketa lahan ini.
Penurunan jumlah siswa menjadi sinyal darurat yang harus segera ditanggapi. Tanpa adanya intervensi cepat, nasib SDN Pragelan 2 berada di ujung tanduk.
Yayasan Suara Petani Indonesia Peduli Pendidikan
Melihat betapa kurang maksimalnya kualitas pendidikan di Bojonegoro tentunya ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.
Ketua Yayasan Suara Petani Indonesia Cabang Bojonegoro SAHDAN berharap semua yang berkaitan dengan pendidikan terutama proses belajar mengajar harus menjadi priorotas Pemerintah.
Sahdan menilai tidak layak sekali sarana prasarana pendidikan di kota yang penuh dengan kekayaan alam di Bojonegoro mengalami kondisi yang tragis dan memperihatinkan.
Menurut Sahdan, Yayasan Suara Petani Indonesia dalam waktu dekat akan melakukan mediasi dengan Dinas Pendidikan, DPRD dan Bupati Bojonegoro untuk mencari solusi terbaik agar tidak adala lagi krisis pendidikan di Kota yang kita cintai ini, tutup Sahdan.
No Comments