Kreatifitas menstimulus seseorang agar lebih dinamis ,progresif bahkan ia terus melakukan hal hal baru berupa karya bermanfaat bagi orang banyak. Orang orang pemilik kreatif setiap punya kesempatan luang akan berusaha membuat inovasi inovasi baru, disaat diam menggunakan daya pikirnya untuk menelaah, mengamati, menganalisa kegunaan atas apa dihasilkan melalui buah ide akalnya.
Kecenderungan mereka dinaungi sifat mental yang kuat, tak mudah putus asa, keingintahuan besar, tahan banting ketika menghadapi masalah, cepat ambil tindakan keputusan, optimis, mencari jalan keluar dikala mengalami kebuntuan, walaupun kesendirian selalu dialami.
Kekuatan pemikiran digunakan agar berhasil memuaskan dahaga keinginan kehendak dengan dorongan imaginasi meraih keberhasilan menggunakan kemampuan akal. Menghasilkan manusia kreatif bukanlah mudah, sebab diwaktu membentuk para kreator membutuhkan kebebasan menyampaikan ide, berbicara, tiada tekanan, ancaman, paksaan, bahkan cara cara menghukum, pemukulan, tamparan, dan sejenisnya. Jika hal tersebut dilakukan akan membahayakan bagi psikologi , kejiwaan, merasa tak dihargai, minder, tak berani bicara, ketakutan akan salah, sehingga mematikan daya berpikir dan menghilangkan kreativitas khususnya dikalangan pelajar dari dasar hingga tinggi.
Inilah dampak sangat besar yang dialami warga negara Indonesia, sejak masuknya periode pemerintahan orde baru 1967- 1998, berapa generasi telah kehilangan kreatifitas, mengalami kehancuran mental, takut akan salah, padahal itu jalan menuju kepada kebenaran hakiki.
Tidak berani bertanya, tiada keingintahuan,yang paling berbahaya tiada kemampuan berpikir, akibat nya menghilangkan pemikiran ditambah kreatifitas.
Sungguh sangat ironis efek dari hal itu yakni bermunculan KKN (korupsi,kolusi dan nepotisme) para elit, politisi, oligarki, merasa pemilik kebenaran, hukum tajam kebawah tumpul ke atas, rakyat tempat pijakan kaki kaki mereka,.
Kreatifitas untuk bangsa Indonesia harus dibentuk ulang, saat ini membentuknya lewat sistem pendidikan sejak dini hingga remaja dikarenakan merekalah pemilik besar, dinamis, progresif bersama keingintahuan. Para kreator, juga diberikan tempat berbicara bagi daya pikirnya
No Comments