Alor Kecil NTT Menguji Komitmen Negara Untuk Nelayan

3 minutes reading
Wednesday, 24 Dec 2025 16:32 220 Aktivis

 

 

Alor, Nusa Tenggara Timur — Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang digagas Presiden Prabowo Subianto menjadi ujian nyata komitmen negara dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan, terutama di wilayah kepulauan dan terluar Indonesia. Program ini diharapkan tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

 

Hasil survei lapangan yang dilakukan di Desa Alor Kecil, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor, menunjukkan bahwa desa pesisir tersebut memiliki potensi kuat untuk mendukung pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih. Aktivitas perikanan yang telah berlangsung secara konsisten, posisi geografis yang strategis, serta kondisi sumber daya kelautan yang relatif terjaga menjadi modal penting bagi keberhasilan program.

 

Dari sisi sosial, masyarakat nelayan Alor Kecil menunjukkan kesiapan dan keterbukaan yang tinggi terhadap program pembangunan. Aktivitas melaut telah menjadi mata pencaharian utama secara turun-temurun, ditopang oleh semangat gotong royong dan kohesi sosial yang kuat. Modal sosial ini dinilai sebagai faktor penentu keberhasilan KNMP, mengingat program tidak dapat berjalan optimal tanpa partisipasi aktif masyarakat pesisir.

 

Meski demikian, survei lapangan juga mencatat keterbatasan ketersediaan lahan darat sebagai tantangan utama. Kondisi ini merupakan karakteristik umum wilayah kepulauan seperti Kabupaten Alor, sehingga memerlukan pendekatan perencanaan yang adaptif agar pembangunan tidak mengganggu ruang hidup masyarakat pesisir.

 

Perwakilan Pemerintah Desa Alor Kecil menyatakan bahwa masyarakat nelayan pada prinsipnya menyambut positif kehadiran program tersebut.

*“Nelayan di Alor Kecil siap mendukung Kampung Nelayan Merah Putih. Harapan kami, pembangunan yang dilakukan benar-benar berpihak pada peningkatan kesejahteraan nelayan dan tetap menghormati ruang hidup masyarakat pesisir,”* ujar perwakilan Pemerintah Desa Alor Kecil.

 

Salah satu surveyor lapangan KNMP, *Rizka Primasari*, menilai keterbatasan lahan tidak seharusnya dimaknai sebagai hambatan kehadiran negara.

*“Desa Alor Kecil memiliki modal sosial dan potensi kelautan yang kuat. Tantangan lahan memang ada, tetapi hal itu tidak boleh membatasi kehadiran negara dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan,”* ujarnya.

 

Sementara itu, *Ketua Tim Surveyor KNMP, Bagus Karyo*, menegaskan bahwa keberhasilan Kampung Nelayan Merah Putih tidak boleh diukur semata dari pembangunan fisik.

*“Kehadiran negara bagi nelayan tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik. Penguatan rantai nilai perikanan, perlindungan nelayan, dan akses pasar yang adil adalah kunci agar Kampung Nelayan Merah Putih memberi dampak ekonomi jangka panjang,”* kata Bagus.

 

Menurutnya, pendekatan pembangunan berbasis kawasan lintas desa merupakan solusi paling realistis bagi wilayah kepulauan. Fasilitas pendukung seperti sentra pengolahan hasil perikanan, cold storage, dan gudang distribusi dapat dibangun di desa penyangga yang memiliki ketersediaan lahan memadai, untuk kemudian dimanfaatkan secara kolektif oleh nelayan lintas wilayah.

 

Pendekatan ini dinilai mampu memperluas dampak kesejahteraan tanpa memaksakan pembangunan di ruang hidup masyarakat Alor Kecil. Pada akhirnya, keberhasilan Kampung Nelayan Merah Putih tidak diukur dari luas lahan atau megahnya infrastruktur, melainkan dari sejauh mana negara benar-benar hadir melindungi ruang hidup nelayan, meningkatkan pendapatan mereka, dan membangun kesejahteraan secara adil dan berkelanjutan.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA