Indonesia Bisa Menjadi Negara Cerdas Jika Rakyatnya Memiliki Budaya Membaca dan Kritis Dalam Berpikir

2 minutes reading
Wednesday, 9 Apr 2025 16:16 531 Aktivis

 

 

Negara negara maju demikian pesatnya dalam mengembangkan dunia pemikiran, khususnya Jerman, Prancis dan Iran, perkembangan keberadaan pemikiran sangat diperhatikan oleh para elit dan politisi mereka.

Hal ini dikarenakan dari sinilah memunculkan kreatif, cerdas, pandai, kritis juga mengembangkan kepercayaan diri rakyat dari bangsa tersebut. Sebab,banyaknya buku buku yang beredar tentang berbagai aspek kehidupan, pengembangan berpikir, berbagai macam bentuk isi buku yang ditulis dari berbagai kalangan ilmuwan sesuai dengan keahliannya.

Disisi lainnya,tulisan tulisan buku dibebaskan sesuai dengan ideologi sang penulis. Semuanya,diberikan kepada khalayak ramai (publik) untuk menilai isi buku, maka memunculkan gairah berpikir.

Untuk kemudahan mendapatkan buku pemerintah menyediakan perpustakaan dilingkungan sekolah sekolah berbagai tingkatan, demikian juga membuat perpustakaan umum ditengah kota agar masyarakat bisa berhubungan dengan buku.

Antara dunia pendidikan dan buku sangat erat keterkaitannya, kedua hal ini,  sama sama menuju pada kemampuan cara cara mengembangkan cara berpikir anak didik agar dipenuhi wawasan, cerdas dan pandai.

Tapi dunia pendidikan berkecenderungan diajarkan lewat lisan para pendidik, sementara buku menanamkan pemahaman dengan kemampuan sendiri, tapi semuanya itu tetap dalam bimbingan seseorang yang dipercayakan diri tuk tempat bertanya. Sehingga anak didik,memiliki pengetahuan terhadap apa yang ingin diketahui.

Selain mengisi kecerdasan dan kepandaian pada diri pembaca, ada bentuk lain yang akan berguna bagi anak didik diantaranya mental kuat, tidak mudah putus asa, kepercayaan diri dan memiliki keingintahuan yang tinggi dibidang disukainya, kritis, kreatif, serta menjadikan rakyat berkualitas pada bidang pemikiran.

Jangan anggap enteng terhadap dunia literasi karena hal tersebut dapat membuat perubahan signifikan pada cara pandang kehidupan bersama dalam kemajuan pembangunan bangsa.

Contoh yang nyata adalah Negara Jepang, setelah menyerah pada sekutu raja Hirohito mencari tenaga pengajar terlebih dahulu, kemudian sang raja memperkuat rakyatnya lewat literasi dan kesejarahan untuk kembali pada kekuatan mental dan budaya.

Pola ini tetap berlangsung hingga sekarang dan tertata sangat baik. Lantas bagaimana dengan elit dan politisi bangsa ini yang banyak melakukan KKN, apakah ini terjadi karena tingkat kemampuan akal?

 

 Penulis
Indra Aden
Pegiat Literasi dan Sosial Indonesia

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA