PROLOG
Sejarah terus menerus Bergerak dan bergerak mengikuti jalan sejarah yang telah disediakan oleh HUKUM RASIONAL SEJARAH. apakah itu???,
IA adalah POLITIK
IA adalah KEKUASAAN
IA adalah KEKUATAN
IA adalah PERINTAH
( Djoko Sukmono)
Kekuasaanku ini adalah Perintah Sejarah
Perjalanan Eksistensial Sejarah itu dalam rangka meniadakan apapun dan siapapun yang AHISTORIS
Gerak sejarah kehidupan sosial manusia Telah Konkret menjadi momen momen historis.
Bagi yang ditinggalkan oleh pergerakan sejarah, mereka adalah momen momen pendek yang tergilas oleh kecepatan Roda Sejarah yang bernama
Perjuangan
Pengorbanan
Pengabdian
Kemudian dari arah berlawanan menyatakan sebagai Sejarah masa lalu dan terhantam oleh Baja Sejarah BERNAMA
FANATISME
PENDERITAAN
KEMATIAN
Manusia KONKRET dalam perspektif POLITIK
Disebuah Negara yang terkaya dimuka bumi, Disebuah Negara yang memiliki Pulau terbanyak dimuka bumi, disebuah Negara yang mempunyai Kearifan lokal terbanyak di dunia, disebuah Negara yang BERADA PADA POSISI GEOPOLITIK yang strategis.
Disebuah Negara dengan Populasi terbesar ke 4 didunia, disebuah Negara yang Berdasarkan PANCASILA, disebuah Negara yang berbudaya GOTONG ROYONG, disebuah Negara dengan Multikultur yang Unik, disebuah Negara yang dingin tidak terlalu panas tidak terlalu, disebuah Negara yang hijau sepanjang tahun, itulah sebuah Negara Bangsa yang Bernama Indonesia, Negara Kesatuan yang berbentuk Republik, Negara Demokrasi yang melindungi segenap kehidupan bangsa , Negara’ Kesejahteraan yang bertujuan Kepada Kemakmuran dan Keadilan, Negara’ yang memiliki instrumen yang lengkap didalam melayani masyarakat, negara yang Warga negaranya siap sedia menjadi Warga Negara yang baik, negara yang berkedaulatan rakyat, Negara’ BANGSA yang Besar, Negara Bangsa yang menjadi dambaan segala Bangsa, dan masih banyak lagi julukan julukan ISTIMEWA dari Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, Namun apa yang Terjadi, Dinegara ini sedang berada pada situasi batas sosial politik yang mengerikan, karena alat kelengkapan Negara sedang BERADA PADA Disorientasi organisasi, komponen bangsa sedang BERADA PADA Disintegrasi, Elemen masyarakat sedang berada pada disharmonisasi, dan Rakyat sedang menggugat kepada REJIM POLITIK yang telah diberi MANDAT.
Menjadi sebuah Bangsa yang Besar itu adalah Cita sosial yang di Gelorakan oleh Pemimpin Besar Revolosi Paduka Yang Mulia BUNG KARNO, Menjadi Bangsa yang Besar tidak tiba-tiba Turun dari langit melainkan dengan GEMBLENGAN KEADAAN.
Pancasila hanyalah tinggal menjadi benda sakral yang terpajang di ruang ruang kantor pemerintah dan ada kemungkinan Generasi milenial dan generasi Z Tidak mengenalnya, hal ini disebabkan kurikulum disekolah mulai SD sampai Perguruan tinggi menggunakan kurikulum positivisme yang mencetak manusia manusia prakmatis yang dipersiapkan untuk kerja dan dipersiapkan untuk menjadi scrub scrub NEKOLIM otomatis mereka menjadi alat Bagi ECONOMICUS CAPiTALISME untuk menindas bangsanya sendiri. Hemmm TRAGIS.
Inilah efek dari kolonialisme dan Imperialisme yang terlalu lama sehingga Bangsa kita menjadi Bangsa TEMPE, Bangsa yang KULI serta Bangsa yang menjadi mandor dinegaranya sendiri, Bangsa yang terasing dari negaranya sendiri, Bangsa yang terpinggirkan dari negaranya sendiri, Bangsa yang menjadi korban sistem sosial yang positivistik yang sengaja disusupkan ke LITBANG Negara’ dan si NEKOLIM sudah Sukses dan MENANG, inilah Nasib sebuah BANGSA Pasca Kolonial yang sudah tidak bisa tertolong lagi, hanya ada satu jalan sejarah yaitu Meledakkan Revolosi Sosial.
Menjadi Manusia Konkret lebih penting dari lebih mulia ketimbang Menjadi manusia yang mendambakan kemanusiaan, hal demikian diakibatkan karena nilai nilai fundamental kemanusiaan yang selama ratusan tahun selalu dijejalkan Kepada manusia KONKRET itu hanyalah ilusi yang dikemas didalam rajutan rajutan makna yang membelenggu kebebasan manusia KONKRET didalam men-Dunia, ketika nantinya nasionalisme itu memudar maupun Negara Bangsa ini BUBAR maka jalan sejarah bagi keberadaan manusia konkret tetap tersedia.
Menjadi manusia KONKRET adalah menjadi manusia yang berdikari, yaitu mampu menghidupi dirinya sendiri, mampu melindungi dirinya sendiri mampu men-Dunia dalam rangka membangun Relasi dengan Dunianya, ketika manusia KONKRET itu sudah sungguh ada dan menjadi maka Daripadanya mengalir hal hal yang konkret misalnya menjadi manusia individu konkret, menjadi manusia sosial Konkret yang tidak mengingkari keberadaannya sebagai manusia..
NASIONALISMENYA manusia KONKRET itu Otentik artinya dia menyadari bahwa didalam men-Dunia membutuhkan manusia manusia KONKRET yang lain didalam membangun Dunia dan Peradaban yang tidak eksploitatif, manusia manusia KONKRET itu otomatis Nasionalistik yang konkret.
Manusia KONKRET inilah yang mampu bernegara secara konkret, daripadanya bentuk bentuk konkret daripada struktur struktur sosial dan kontruksi kontruksi sosial dibentuk secara konkret tanpa adanya manipulasi.
Dengan belum menjadinya manusia KONKRET itu maka dapat mengakibatkan berbagai Disorientasi terhadap segala bentuk struktur sosial dan segala bentuk kontruksi sosial.
Negara bangsa Indonesia saat ini sedang BERADA PADA POSISI ESENSINYA YANG DISORIENTATIF.
HUKUM RASIONAL SEJARAH Telah BERADA PADA GENGGAM MANUSIA KONKRET ITU.
Indonesia dihebohkan dengan mahluk hidup yang menyerupai manusia namun mereka belum menjadi manusia KONKRET, sehingga mereka tidak ubahnya seperti hantu gentayangan, hal seperti itu terjadi dikarenakan hidupnya BERADA PADA POSISI ESENSINYA YANG ABSURD, mereka adalah orang orang yang menjalani hidup dengan Keyakinan, mereka lebih kepada makhluk hidup yang sekadar hidup dan mereka Gagal sejak semula Sejak adanya sebagai mahluk hidup, mereka lebih memilih menjadi bayang bayang yang siap sedia untuk dipinggirkan dari Dunia Konkret dan menyerahkan seluruh MORALNYA KEPADA MORAL KAWANAN.
Indonesia sebagai negara bangsa secara evolusioner akan menjadi milik manusia KONKRET yang daripadanya mampu mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial Konkret.
Teks yang diampaikan mengenai manusia konkret menyentuh persoalan mendalam tentang kondisi sosial Indonesia saat ini. Istilah “manusia konkret” menggambarkan sosok yang benar-benar hidup secara mandiri, realistis, dan berakar pada kenyataan. Dalam konteks sosial di Indonesia, banyak orang memang terjebak dalam “hidup sekadar hidup,” seolah-olah menjadi bayangan atau entitas tanpa esensi nyata, sebagai hantu gentayangan. Ini menunjukkan adanya krisis identitas dan disorientasi dalam struktur sosial kita.
Manusia konkret adalah sosok yang berdikari dan mampu membangun relasi dengan lingkungannya secara nyata. Mereka inilah yang nantinya akan membawa bangsa ini menuju kesejahteraan dan keadilan sosial yang nyata, tanpa ilusi.
Gagasan bahwa nilai-nilai kemanusiaan selama ini hanya membelenggu kebebasan individu dan bahwa manusia konkret lebih mulia daripada sekadar mendambakan kemanusiaan, memberikan sudut pandang baru tentang bagaimana kita seharusnya memahami diri kita dalam bingkai negara-bangsa.
Ketika negara-bangsa seperti Indonesia mengalami disorientasi, hal ini mungkin karena ketiadaan manusia konkret yang mampu membawa arah sosial dan politik ke jalur yang benar. Dengan hadirnya manusia konkret, struktur sosial dan konstruksi sosial dapat dibangun tanpa manipulasi dan kepalsuan.
Hukum Rasional Sejarah uga menggambarkan bahwa manusia konkret inilah yang kelak akan menjadi penentu arah bangsa. Pandangan ini menegaskan pentingnya manusia yang benar-benar hidup dengan kesadaran penuh akan perannya dalam membentuk bangsa dan Negara yang kuat.
Tahukah kalian semua bahwa kekejaman Kapitalis yang disokong oleh KABIR dan Para Borjuis itu melampaui kekejaman HITLER.
Ketahuilah kalian semua Bahwa Bangsa dan Negara Indonesia ini sudah tersandera oleh NEKOLIM, karena Indonesia sudah menyerah tanpa syarat kepadanya, kejadian itu diawali oleh Penghianatan terhadap Paduka Yang Mulia BUNG KARNO, MPRS yang telah diciptakan oleh BUNG KARNO justru dijadikan Alat oleh NEKOLIM Untuk membunuh BUNG KARNO, dan Para penghianat BANGSA dan Negara tersebut telah menyerahkan Sumberdaya alam untuk dieksplorasi sebesar besarnya untuk kepentingan NEKOLIM dan menyerahkan seluruh anak-anak Bangsa Indonesia untuk dieksploitasi semaksimal mungkin oleh NEKOLIM, siapakah Penghianat BANGSA dan Negara Indonesia itu??? Mereka adalah KABIR, mereka adalah komponen bangsa yang sekarang telah menjadi REJIM, Yakni REJIM POLITIK, REJIM SOSIAL, REJIM KEBUDAYAAN maupun REJIM KEAGAMAAN. TRAGIS!!!
Ketahuilah kalian semua hai seluruh komponen bangsa, hai seluruh elemen masyarakat bangsa, hai seluruh Rakyat Indonesia, kalian semua itu sebenarnya tidak ada, kalian semua itu hanyalah hantu hantu gentayangan yang terus menerus dibiarkan berkembang biak menjadi manusia abstrak yang full ILUSI, kalian terus menerus dicekoki oleh MORAL yang sama sekali tidak bisa dimanifestasikan didalam membangun Relasi dengan dunia kalian , kalian semua telah jatuh kedalam jurang yang dalam dan tidak ada yang menolongnya, kalian semua telah terasing oleh Dunia kalian sendiri, kalian semua telah terpinggirkan dari dunia kalian, dari Bangsa kalian dari Negara kalian sendiri.
EPHYLOG
Pencatatan itu adalah HISTORIOGRAFI dan SEJARAH bukan HISTORIOGRAFI
PIAGAM, DUKUMEN, MOMERANDUM adalah Pencatatan Peristiwa
PADA ketiganya kegiatan AHISTORIS itu terselenggara
PADA ketiganya Determinisme dijalankan
PADA ketiganya Sang Moral TUAN menguasai anak anak manusia yg Ber- Moral Budak
Segala bentuk Konstitusi adalah instrumen Penindasan bagi Anak anak manusia yg bermoral Budak
Menyadari historisitasnya sebagai manusia KONKRET adalah Jalan Sejarah itu.
Penulis
Djoko Sukmono
Filsuf Sosial Indonesia
No Comments