Catatan Harian Indra Aden, Hakikat Manusia dan Interaksi Sosial Yang Dipengaruhi Oleh Keberadaan Pemikiran Dalam Perjalanannya

2 minutes reading
Sunday, 13 Apr 2025 12:10 407 Aktivis

 

Manusia adalah ciptaan Allah swt yang diberikan kekuasaan, kekuatan dan berpikir untuk mengurusi keberadaan bumi.

Berarti penggerak semua kejadian di permukaannya ulah atau hasil tingkah laku bersama perbuatan baik dan buruk.

Dari awal keberadaan Nabi Adam as hingga saat ini, pembuat ceritanya bernama manusia. Jadi, manusia merupakan pemeran utama dalam bergeraknya masa lampau,kekinian juga masa depan.

Tiada ciptaan lain yang berada pada posisi seperti manusia, sebab ia dibedakan dengan makhluk selainnya karena diberikan area otak untuk berpikir hingga mampu  mengembangkan kemajuan peradaban agar memudahkan kehidupan ras mulia tersebut melalui buah pikir.

Demikian pula berinteraksi antara satu individu maupun kelompok lainnya, Pada akhirnya keberadaan pemikiran itu memunculkan sebuah kebiasaan berprilaku dalam keseharian, kemudian dijadikan contoh oleh generasi ke generasi sehingga muncullah kebudayaan.

Dalam perjalanannya kebudayaan itu menghadirkan etika  dan moral, hukum adat atau nilai nilai untuk menjaga keharmonisannya diwilayah dimana manusia berkumpul menjadi bentuk masyarakat.

Daya pikir manusia yang diberikan Pencipta kepada ciptaannya berfungsi sebagai akal dan logika, untuk membentuk sebuah ikatan kedinamisan agar ada penjaga ketertiban, kenyaman hingga saling menghargai dan menghormati.

Budaya adalah hasil kreasi pikiran orang orang terdahulu yang dijadikan hukum tak tercatat dikalangan masyarakat dan menimbulkan efek keharmonisan.

Aktivitas budaya Juga bisa berupa seni dan tari, puisi, prosa, sastra serta kitab kitab berisi norma,etika dan moral yang dipakai menjadi pegangan hidup.

Keberadaannya (budaya) merupakan landasan awal manusia menuju pada sebuah keberagamaan, karena disana diwajibkan supaya memahami dan mengerti serta menggunakan akal juga logika.

Bukankah hal diatas menjelaskan budaya merupakan hasil buah pikir manusia yang diberikan Pencipta pada ciptaannya lewat pencernaan akal dan logika bahwa ada pemilik sah terhadap makhluk ciptaan atas diri mereka.

Maka agama dan budaya telah ditempatkan pada diri manusia kemudian dicerna dengan berpikir dalam atau perenungan.

Kenyataannya pelaksanaan hidup dan kehidupan dimuka bumi, manusialah yang menggerakan semua peristiwa, mengkreasi kesejarahan kekinian juga ke masa depan sedangkan dominasi utama penggeraknya ialah pikiran untuk mendapat kekuasaan dan kekuatan.

 

 

Penulis
Indra Aden
Pegiat Literasi dan Sosial Indonesia

 

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA