Geopolitik Internasional Semakin Kacau Setelah Jerman Mengirim Pasukan Perang ke Lithuania

2 minutes reading
Wednesday, 2 Apr 2025 16:00 630 Aktivis
Konflik antar Negara memiliki pengaruh yang besar terhadap kondisi sosial dan ekonomi wilayah setempat.

Geopolitik internasional terkejut ketika Jerman memutuskan untuk mengirim 5.000 pasukan ke wilayah Lithuania.

Hal ini terjadi saat Berlin berada dalam ketegangan geopolitik dengan dua tetangga Lithuania, Rusia dan Belarus.

Mengutip Russia Today (RT), Rabu (2/4/2025), Brigadir Jenderal Jerman, Christoph Huber, menyebutkan bahwa Berlin, yang merupakan anggota aliansi NATO, akan menempatkan Brigade Lapis Baja ke-45.

Penempatan pasukan ini akan bersifat permanen dimulai 2027 mendatang, ketika seluruh komponennya siap, bersamaan dengan 2.000 senjata berat

Penugasan ini menjadi penempatan pasukan permanen pertama Jerman di tanah asing sejak Perang Dunia II.

Jerman pasca-Nazi sebelumnya membatasi penempatan militer di luar negeri pada penugasan sementara.

Contohnya adalah berkontribusi pada pasukan NATO setelah pendudukan Afganistan pada tahun 2001.

Di sisi lain, Kremlin memandang NATO sebagai entitas yang bermusuhan, dan menggambarkan ekspansinya di Eropa sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasional Rusia.

Janji blok tersebut untuk menerima Ukraina sebagai anggota dan meningkatnya keterlibatannya dengan negara tersebut telah dikutip oleh pejabat Rusia sebagai penyebab utama konflik Moskow dengan Kyiv.

Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius, seorang pendukung kuat penempatan pasukan di Lithuania, telah mengklaim bahwa penguatan secara militer adalah hal yang penting.

Karena menurutnya, Rusia dapat melancarkan serangan terhadap NATO pada tahun 2029 atau 2030. Klaim ini ditolak mentah-mentah oleh Moskow.

Pada tahun 2023, Berlin dan Vilnius menandatangani perjanjian penempatan, yang awalnya menetapkan unit Jerman yang baru sebagai Brigade ke-42. Dua batalyonnya akan terdiri secara eksklusif dari tentara Jerman, sementara yang ketiga akan menggabungkan personel dari negara-negara NATO lainnya.

Sumber : CNBC

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA