Peradaban Baru Yang Dikehendaki Oleh Rasio Historis

7 minutes reading
Thursday, 26 Jun 2025 05:15 580 Aktivis

 

 

RASIO HISTORIS memberitahukan bahwa Manusia itu Konkret

Bahwa Peradaban itu Konkret

Bahwa Dunia Konkret ini bekerja dalam rangka kehidupan sosial manusia yang konkret

Dan Pusat dari yang konkret itu adalah Manusia

RASIO HISTORIS menerangkan Bahwa selama Ribuan Tahun sebagian anak-anak manusia yang Hidup dimuka bumi didalam menjalankan kehidupannya tidak berorientasi kepada Dunia Konkret Namun Lebih kepada hal-hal yang ILUSI dan mempercayai yang ABSURD

Sehingga Mereka terjebak dalam POSISI PARADOX dan masuk kedalam Sebuah Lubang yang Tiada berdasar yang bernama CANDU KEHIDUPAN

 

RASIO HISTORIS menjelaskan bahwasanya Anak anak manusia yg telah ketagihan dengan CANDU KEHIDUPAN itu sudah berulang ulang kali diberikan pertolongan oleh Yang BERNAMA HUMANISME Namun mereka Lebih memilih janji janji ESKATOLOGIS yang tidak pernah dan tidak kunjung Tiba itu.

 

 

 

MONOLOG

 

Setiap anak anak manusia KONKRET adalah hidupnya sendiri

Pengalamannya sendiri

Dan tanggung jawabnya sendiri

 

Hidupnya adalah Kebebasannya sendiri.

Hidupnya adalah Miliknya Sendiri

Hidupnya adalah Kelegaannya Sendiri

Hidupnya adalah Kegiatannya sendiri

Hidupnya adalah tindakan tindakannya sendiri

Hidupnya adalah Eksistensinya sendiri yang Otonom dan otentik

 

 

PROLOG

 

Peradaban Baru dibangun oleh anak anak manusia KONKRET dengan jalan meniadakan;

DOGMA

Takhayul

ILUSI

Halusinasi

Dan segala sesuatu yang Lama yang tidak Becus usang dan Rapuh

 

Anak anak manusia KONKRET sudah tidak perduli dengan budaya lama yang nyata-nyata menghambat proses terbangunnya Peradaban Baru.

 

 

EPHYLOG

 

Inilah Pembunuhan terbesar didalam sejarah

Anak anak manusia KONKRET telah hadir didalam Sejarah Menjadi Manusia Methodologis.

Mereka dengan kekuatan Methodologinya MEREMUKKAN

Kebudayaan

AGAMA

Sistem Sosial yang AHISTORIS

Konstruksi sosial yang diklaim berlandaskan pancang pancang kebenaran dan kebaikan

 

Manusia Methodologis adalah Manusia Konkret yang telah menjadi ALAT SEJARAH dan dengan Serta-merta menghantamkan BAJA SEJARAH KEPADA APAPUN dan SIAPAPUN yang menghalangi PROSES menjadinya PERADABAN BARU.

PADA Abad 21 ini Dunia Sosial Konkret telah Hadir didalam Sejarah sebagai kekuatan yang signifikan dan tak terbayangkan sebelumnya

Dia adalah

Progresifitas Sains dan Tekhnologi

DIA adalah REVOLOSI Industri

Dia adalah Digitalisasi

DIA Gerakan Konkret tanpa Basa Basi

 

 

JALAN SEJARAH BARU

 

Siapa yang Pernah Hadir didalam Sejarah??

Dia adalah Manusia Konkret

Dia adalah Manusia Sejarah

Dia adalah Manusia Methodologis

Dia adalah Manusia OTENTIK.

 

Meskipun sampai dengan saat ini di tahun 2025 ini di abad 21 ini Belum ada Manusia Konkret

Manusia Sejarah

Manusia Methodologis

Manusia Otentik Namun hal yang sedemikian itu tetaplah menjadi tugas EKSISTENSIAL dari anak anak manusia dalam rangka menjadi ada sebagaimana itu

RASIO HISTORIS Menyatakan Bahwa Manusia itu adalah Dimensi yang multi kompleks Konkret dan individual

Hidup didalam Ruangnya

Bertualang didalam Tempatnya

Bergulat didalam Waktunya

Berdada PADA POSISI ESENSINYA

Yang Utuh sebagai Eksistensi yang otentik.

 

Kita sedang berada pada posisi yang sungguh-sungguh kritis.

Situasi batas sosial-politik telah memasung para revolusioner.

 

Manusia konkret berada pada posisi esensinya yang tidak berhenti pada situasi batas.

Itulah keberadaan otentik—di dalam adanya, sungguh-sungguh ada.

 

Jiwa-jiwa setiap anak manusia yang mati akibat kesalahan dalam memilih bentuk moral yang tidak manusiawi, telah melahirkan moral baru yang bernama moral kawanan. Ia adalah solidaritas—moral ini lebih menyerupai moral budak, yang menyerahkan moralnya kepada moral kawanan.

 

Namun, dengan tertawa terbahak-bahak, sang Moral Tuan bersabda:

“Dasar budak…!!! Terimalah ini, buku tebalmu, sebagai pedoman hidupmu.”

Dan buku itu bernama Buku Perjuangan, Pengabdian, dan Pengabdian.

Semoga bermanfaat bagimu.

 

Ayo bertindak!

Yang mengubah dunia bukan sekadar omon-omon.

Menerangkan tentang dunia itu sudah selesai.

Mau diberi penjelasan apa lagi tentang dunia ini?

Dunia bekerja dengan hukum sekularistik, bukan dengan hukum mistis.

 

Manusia adalah pusat dunia.

Kehidupan sosial manusia adalah realitas sosial konkret.

Kebahagiaan sosial konkret telah menjadi endapan-endapan ilusi yang absurd.

Keadilan sosial hanyalah jargon.

 

Itulah waktu…

Berada pada waktu itu adalah ilusi.

 

Itulah ruang…

Ada di dalam ruang berarti membawa langkah menuju situasi batas.

 

Itulah tempat…

Di situ terdapat esensi penuh dambaan yang tak kunjung tiba.

 

Tragedi dan kebangkitan

 

Sebuah historiografi yang berdimensi religius mengatakan bahwa kebangkitan Israel ditancapkan oleh bapak segala bangsa bernama Abraham, yang diklaim sebagai manusia imanensional pertama—yang langsung berhadapan dengan Tuhannya.

 

Kebangkitan manusia dari tidur panjang dan mimpi-mimpi halusinatif dihancurkan oleh kebangkitan spiritualitas berupa pengorbanan terhadap darah dagingnya sendiri demi memenuhi perintah Tuhan.

 

Bangkit, Zion, bangkit…

Itu adalah pernyataan ideologis-politis tentang kebangkitan yang menimbulkan tragedi terpanjang dalam sejarah kehidupan sosial manusia.

 

Kemudian dilanjutkan oleh Musa sebagai figur sang pembebas, demi kelanjutan sejarah bangsa Israel.

 

Dan secara ideologis-politis, kebangkitan bangsa Israel ditandai oleh pancang patriotisme Daud sebagai simbol Israel.

 

Kematian Goliat di tangan Daud adalah momentum fantastis bagi bangsa Israel dalam mengukir sejarah kekuasaan terbesar dalam sejarah mereka.

 

Ketika sejarah dunia mencatat perjalanan sebuah bangsa, maka secara ekstrem dapat dikatakan: hanya bangsa Israel yang memenuhi syarat esensial sebagai sebuah bangsa.

 

Menjadi bangsa besar tidaklah mudah.

Tidak juga serta-merta turun pertolongan dari langit yang tiba-tiba membuat suatu bangsa menjadi besar.

 

Mengutip pernyataan Bung Karno:

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang telah digembleng keadaan.”

 

Eksistensi sebuah bangsa adalah kehendak sejarah.

Namun, sejarah juga tidak serta-merta menganugerahkan kebesaran kepada suatu bangsa, melainkan melalui perjalanan eksistensial bangsa tersebut di dalam men-dunia—yakni kebangkitan yang tiada pernah berakhir.

 

Kadang, kebangkitan itu harus melewati fase mengerikan: bangkit dari puing-puing kehancuran.

 

Bangkit… Hancur…

Hancur… Bangkit…

Dan… Besar.

 

Tragedi demi tragedi terjadi akibat sebuah kebangkitan.

Kebangkitan kebijaksanaan ditandai oleh terbunuhnya Sokrates—sebuah tragedi filosofis.

 

Kebangkitan religiusitas ditandai oleh penyaliban Yesus di kayu salib, dengan postulat:

“Bangkit dari antara orang mati.”

Inilah tragedi spiritual terbesar dalam sejarah religi di bumi.

 

Rasio historis memandang bahwa tonggak-tonggak kebangkitan selalu diiringi oleh tragedi kemanusiaan.

 

Kebesaran suatu bangsa selalu runtuh ketika baja sejarah menghantamnya.

Kebesaran suatu bangsa hanya terjadi sekali dalam sejarah.

 

Romawi besar… lalu runtuh.

Perancis besar… lalu runtuh.

 

(Di era Napoleon, yang mengobrak-abrik Eropa dengan meniadakan batas-batas negara, hingga muncul pernyataan radikal dari seorang filsuf sosial bahwa Napoleon Bonaparte adalah roh politik yang bergentayangan, membabat habis apa pun dan siapa pun yang menghalangi jalannya revolusi.)

 

Namun, pelajaran berharga dari sejarah itu tidak menyurutkan kebangkitan.

 

Tragedi demi tragedi terus berlangsung hingga saat ini.

Keruntuhan demi keruntuhan.

Kejayaan demi kejayaan.

Kemenangan demi kemenangan.

 

Itulah jalan sejarah bagi seluruh anak-anak manusia.

Bagi seluruh anak-anak bangsa.

Dan hal yang demikian adalah hal yang wajar dalam historisitas manusia—dalam memenuhi panggilan sejarah.

 

Saat ini di tahun 2025 ini di abad 21 ini  yang terpenting adalah membersihkan Seluruh Kesadaran dari kekotoran batin yang terakumulasi selama Ratusan tahun

 

Kekotoran batin itu adalah Penodaan terhadap hidupnya sendiri

Dia adalah Kecemasan.

Ketakutan.

Keragu – ragunan dan Ketidakpastian.

 

Kemudian segala penyakit Eksistensial tersebut menjadi bagian yang integral dengan hidupnya

Apakah itu

Dia adalah Kisah Hidup dan matinya manusia

Sedangkan REALITAS hidup itu tidak terhubung dengan kisah-kisah Konyol tersebut, melainkan hanya terhubung dengan kehadiran setiap individu didalam sejarah hidupnya masing masing.

 

Keterlambatan didalam mengantisipasi DUNIA MATERIALITAS mengakibatkan terjadinya berbagai macam situasi sosial pelik rumit dan berbelit.

Hal sedemikian itu adalah penyebab utama lahirnya kemiskinan dan Kebodahan.

 

DUNIA MATERIALiTAS ada dikarenakan dia diciptakan oleh Entitas DILUAR Adi Kodrati

Tidak ada nilai yang Hadir begitu Saja tanpa Campur tangan manusia

Demikian juga Dunia MATERIALiTAS dia menjadi ada dikarenakan digerakkan oleh Manusia Konkret.

Dunia MATERIAL terus Membawa Serta seluruh mekanisme Sosial dan disitu segala bangunan budaya, SOSIAL, ekonomi dan Politik MENUJU Manifestasinya

 

Hanya PADA POSISI PARADOX orientasi terhadap Dunia Sosial itu terdampar

Dan inilah Kerja maksimal Dunia Yang berorientasi kepada prinsip prinsip LAMA yang memuakkan

Dan bagi yang bekerja berpedoman kepada Pancang Pancang kebenaran dan kebaikan ( yang esensial)

Akan tergerus oleh tindakan tindakan produktif Manusia Konkret yang telah Hadir didalam Sejarah menjadi Manusia METHODOLOGIS

Inilah Peradaban Baru itu

Sebuah Peradaban yang tanpa TEDENG ALING ALING Menyatakan tidak setuju dengan seluruh ajaran Lama yang ternyata BOHONG.

 

Penulis
Djoko Sukmono
Badan Pendidikan dan Pelatihan
Gerakan Pemuda Nasionalis Marhaenis

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA