RASIO HISTORIS memberitahukan bahwa Manusia itu Konkret
Bahwa Peradaban itu Konkret
Bahwa Dunia Konkret ini bekerja dalam rangka kehidupan sosial manusia yang konkret
Dan Pusat dari yang konkret itu adalah Manusia
RASIO HISTORIS menerangkan Bahwa selama Ribuan Tahun sebagian anak-anak manusia yang Hidup dimuka bumi didalam menjalankan kehidupannya tidak berorientasi kepada Dunia Konkret Namun Lebih kepada hal-hal yang ILUSI dan mempercayai yang ABSURD
Sehingga Mereka terjebak dalam POSISI PARADOX dan masuk kedalam Sebuah Lubang yang Tiada berdasar yang bernama CANDU KEHIDUPAN
RASIO HISTORIS menjelaskan bahwasanya Anak anak manusia yg telah ketagihan dengan CANDU KEHIDUPAN itu sudah berulang ulang kali diberikan pertolongan oleh Yang BERNAMA HUMANISME Namun mereka Lebih memilih janji janji ESKATOLOGIS yang tidak pernah dan tidak kunjung Tiba itu.
MONOLOG
Setiap anak anak manusia KONKRET adalah hidupnya sendiri
Pengalamannya sendiri
Dan tanggung jawabnya sendiri
Hidupnya adalah Kebebasannya sendiri.
Hidupnya adalah Miliknya Sendiri
Hidupnya adalah Kelegaannya Sendiri
Hidupnya adalah Kegiatannya sendiri
Hidupnya adalah tindakan tindakannya sendiri
Hidupnya adalah Eksistensinya sendiri yang Otonom dan otentik
PROLOG
Peradaban Baru dibangun oleh anak anak manusia KONKRET dengan jalan meniadakan;
DOGMA
Takhayul
ILUSI
Halusinasi
Dan segala sesuatu yang Lama yang tidak Becus usang dan Rapuh
Anak anak manusia KONKRET sudah tidak perduli dengan budaya lama yang nyata-nyata menghambat proses terbangunnya Peradaban Baru.
EPHYLOG
Inilah Pembunuhan terbesar didalam sejarah
Anak anak manusia KONKRET telah hadir didalam Sejarah Menjadi Manusia Methodologis.
Mereka dengan kekuatan Methodologinya MEREMUKKAN
Kebudayaan
AGAMA
Sistem Sosial yang AHISTORIS
Konstruksi sosial yang diklaim berlandaskan pancang pancang kebenaran dan kebaikan
Manusia Methodologis adalah Manusia Konkret yang telah menjadi ALAT SEJARAH dan dengan Serta-merta menghantamkan BAJA SEJARAH KEPADA APAPUN dan SIAPAPUN yang menghalangi PROSES menjadinya PERADABAN BARU.
PADA Abad 21 ini Dunia Sosial Konkret telah Hadir didalam Sejarah sebagai kekuatan yang signifikan dan tak terbayangkan sebelumnya
Dia adalah
Progresifitas Sains dan Tekhnologi
DIA adalah REVOLOSI Industri
Dia adalah Digitalisasi
DIA Gerakan Konkret tanpa Basa Basi
JALAN SEJARAH BARU
Siapa yang Pernah Hadir didalam Sejarah??
Dia adalah Manusia Konkret
Dia adalah Manusia Sejarah
Dia adalah Manusia Methodologis
Dia adalah Manusia OTENTIK.
Meskipun sampai dengan saat ini di tahun 2025 ini di abad 21 ini Belum ada Manusia Konkret
Manusia Sejarah
Manusia Methodologis
Manusia Otentik Namun hal yang sedemikian itu tetaplah menjadi tugas EKSISTENSIAL dari anak anak manusia dalam rangka menjadi ada sebagaimana itu
RASIO HISTORIS Menyatakan Bahwa Manusia itu adalah Dimensi yang multi kompleks Konkret dan individual
Hidup didalam Ruangnya
Bertualang didalam Tempatnya
Bergulat didalam Waktunya
Berdada PADA POSISI ESENSINYA
Yang Utuh sebagai Eksistensi yang otentik.
Kita sedang berada pada posisi yang sungguh-sungguh kritis.
Situasi batas sosial-politik telah memasung para revolusioner.
Manusia konkret berada pada posisi esensinya yang tidak berhenti pada situasi batas.
Itulah keberadaan otentik—di dalam adanya, sungguh-sungguh ada.
Jiwa-jiwa setiap anak manusia yang mati akibat kesalahan dalam memilih bentuk moral yang tidak manusiawi, telah melahirkan moral baru yang bernama moral kawanan. Ia adalah solidaritas—moral ini lebih menyerupai moral budak, yang menyerahkan moralnya kepada moral kawanan.
Namun, dengan tertawa terbahak-bahak, sang Moral Tuan bersabda:
“Dasar budak…!!! Terimalah ini, buku tebalmu, sebagai pedoman hidupmu.”
Dan buku itu bernama Buku Perjuangan, Pengabdian, dan Pengabdian.
Semoga bermanfaat bagimu.
Ayo bertindak!
Yang mengubah dunia bukan sekadar omon-omon.
Menerangkan tentang dunia itu sudah selesai.
Mau diberi penjelasan apa lagi tentang dunia ini?
Dunia bekerja dengan hukum sekularistik, bukan dengan hukum mistis.
Manusia adalah pusat dunia.
Kehidupan sosial manusia adalah realitas sosial konkret.
Kebahagiaan sosial konkret telah menjadi endapan-endapan ilusi yang absurd.
Keadilan sosial hanyalah jargon.
Itulah waktu…
Berada pada waktu itu adalah ilusi.
Itulah ruang…
Ada di dalam ruang berarti membawa langkah menuju situasi batas.
Itulah tempat…
Di situ terdapat esensi penuh dambaan yang tak kunjung tiba.
Tragedi dan kebangkitan
Sebuah historiografi yang berdimensi religius mengatakan bahwa kebangkitan Israel ditancapkan oleh bapak segala bangsa bernama Abraham, yang diklaim sebagai manusia imanensional pertama—yang langsung berhadapan dengan Tuhannya.
Kebangkitan manusia dari tidur panjang dan mimpi-mimpi halusinatif dihancurkan oleh kebangkitan spiritualitas berupa pengorbanan terhadap darah dagingnya sendiri demi memenuhi perintah Tuhan.
Bangkit, Zion, bangkit…
Itu adalah pernyataan ideologis-politis tentang kebangkitan yang menimbulkan tragedi terpanjang dalam sejarah kehidupan sosial manusia.
Kemudian dilanjutkan oleh Musa sebagai figur sang pembebas, demi kelanjutan sejarah bangsa Israel.
Dan secara ideologis-politis, kebangkitan bangsa Israel ditandai oleh pancang patriotisme Daud sebagai simbol Israel.
Kematian Goliat di tangan Daud adalah momentum fantastis bagi bangsa Israel dalam mengukir sejarah kekuasaan terbesar dalam sejarah mereka.
Ketika sejarah dunia mencatat perjalanan sebuah bangsa, maka secara ekstrem dapat dikatakan: hanya bangsa Israel yang memenuhi syarat esensial sebagai sebuah bangsa.
Menjadi bangsa besar tidaklah mudah.
Tidak juga serta-merta turun pertolongan dari langit yang tiba-tiba membuat suatu bangsa menjadi besar.
Mengutip pernyataan Bung Karno:
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang telah digembleng keadaan.”
Eksistensi sebuah bangsa adalah kehendak sejarah.
Namun, sejarah juga tidak serta-merta menganugerahkan kebesaran kepada suatu bangsa, melainkan melalui perjalanan eksistensial bangsa tersebut di dalam men-dunia—yakni kebangkitan yang tiada pernah berakhir.
Kadang, kebangkitan itu harus melewati fase mengerikan: bangkit dari puing-puing kehancuran.
Bangkit… Hancur…
Hancur… Bangkit…
Dan… Besar.
Tragedi demi tragedi terjadi akibat sebuah kebangkitan.
Kebangkitan kebijaksanaan ditandai oleh terbunuhnya Sokrates—sebuah tragedi filosofis.
Kebangkitan religiusitas ditandai oleh penyaliban Yesus di kayu salib, dengan postulat:
“Bangkit dari antara orang mati.”
Inilah tragedi spiritual terbesar dalam sejarah religi di bumi.
Rasio historis memandang bahwa tonggak-tonggak kebangkitan selalu diiringi oleh tragedi kemanusiaan.
Kebesaran suatu bangsa selalu runtuh ketika baja sejarah menghantamnya.
Kebesaran suatu bangsa hanya terjadi sekali dalam sejarah.
Romawi besar… lalu runtuh.
Perancis besar… lalu runtuh.
(Di era Napoleon, yang mengobrak-abrik Eropa dengan meniadakan batas-batas negara, hingga muncul pernyataan radikal dari seorang filsuf sosial bahwa Napoleon Bonaparte adalah roh politik yang bergentayangan, membabat habis apa pun dan siapa pun yang menghalangi jalannya revolusi.)
Namun, pelajaran berharga dari sejarah itu tidak menyurutkan kebangkitan.
Tragedi demi tragedi terus berlangsung hingga saat ini.
Keruntuhan demi keruntuhan.
Kejayaan demi kejayaan.
Kemenangan demi kemenangan.
Itulah jalan sejarah bagi seluruh anak-anak manusia.
Bagi seluruh anak-anak bangsa.
Dan hal yang demikian adalah hal yang wajar dalam historisitas manusia—dalam memenuhi panggilan sejarah.
Saat ini di tahun 2025 ini di abad 21 ini yang terpenting adalah membersihkan Seluruh Kesadaran dari kekotoran batin yang terakumulasi selama Ratusan tahun
Kekotoran batin itu adalah Penodaan terhadap hidupnya sendiri
Dia adalah Kecemasan.
Ketakutan.
Keragu – ragunan dan Ketidakpastian.
Kemudian segala penyakit Eksistensial tersebut menjadi bagian yang integral dengan hidupnya
Apakah itu
Dia adalah Kisah Hidup dan matinya manusia
Sedangkan REALITAS hidup itu tidak terhubung dengan kisah-kisah Konyol tersebut, melainkan hanya terhubung dengan kehadiran setiap individu didalam sejarah hidupnya masing masing.
Keterlambatan didalam mengantisipasi DUNIA MATERIALITAS mengakibatkan terjadinya berbagai macam situasi sosial pelik rumit dan berbelit.
Hal sedemikian itu adalah penyebab utama lahirnya kemiskinan dan Kebodahan.
DUNIA MATERIALiTAS ada dikarenakan dia diciptakan oleh Entitas DILUAR Adi Kodrati
Tidak ada nilai yang Hadir begitu Saja tanpa Campur tangan manusia
Demikian juga Dunia MATERIALiTAS dia menjadi ada dikarenakan digerakkan oleh Manusia Konkret.
Dunia MATERIAL terus Membawa Serta seluruh mekanisme Sosial dan disitu segala bangunan budaya, SOSIAL, ekonomi dan Politik MENUJU Manifestasinya
Hanya PADA POSISI PARADOX orientasi terhadap Dunia Sosial itu terdampar
Dan inilah Kerja maksimal Dunia Yang berorientasi kepada prinsip prinsip LAMA yang memuakkan
Dan bagi yang bekerja berpedoman kepada Pancang Pancang kebenaran dan kebaikan ( yang esensial)
Akan tergerus oleh tindakan tindakan produktif Manusia Konkret yang telah Hadir didalam Sejarah menjadi Manusia METHODOLOGIS
Inilah Peradaban Baru itu
Sebuah Peradaban yang tanpa TEDENG ALING ALING Menyatakan tidak setuju dengan seluruh ajaran Lama yang ternyata BOHONG.
Penulis
Djoko Sukmono
Badan Pendidikan dan Pelatihan
Gerakan Pemuda Nasionalis Marhaenis
No Comments