Dokumentasi KKN Mahasiswa UM Surabaya Saat Pendampingan Pembuatan Paving Dari Limbah PLTU Paiton
Desa Sumberrejo di Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, kini tengah menunjukkan geliat baru dalam inovasi ramah lingkungan. Limbah FABA (Fly Ash Bottom Ash) — sisa pembakaran batu bara dari PLTU Paiton — yang dulunya dianggap tak berguna, kini diolah menjadi paving block bernilai jual.
Di balik gerakan desa ini, ada keterlibatan langsung dari mahasiswa dan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Surabaya yang tengah menjalani program KKN Mandiri 2. Mereka berperan aktif dalam mendampingi BUMDes Bhakti Raharjo, mitra lokal yang menjadi penggerak utama pengolahan FABA di desa tersebut.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari PT PLN (Persero) melalui PLN Peduli, yang menggandeng Danantara Indonesia sebagai mitra pelaksana. Dukungan diberikan dalam bentuk pengembangan workshop, mesin produksi paving, hingga sarana dan prasarana pendukung.
Pada minggu pertama pelaksanaan, para mahasiswa KKN turut hadir dalam seremoni penyerahan bantuan TJSL kepada desa. Tidak hanya menjadi peserta, mereka juga terlibat dalam dokumentasi dan membantu kelancaran jalannya kegiatan.
Memasuki minggu berikutnya, mereka mulai turun langsung ke lapangan untuk melakukan observasi proses produksi paving, berdiskusi dengan operator dan pengelola workshop, serta mengumpulkan data teknis. Informasi tersebut kemudian mereka susun menjadi panduan edukatif sederhana untuk membantu keberlangsungan produksi ke depan.
“Kami senang bisa ikut serta dalam program ini. Dari lapangan kami belajar bahwa limbah pun bisa membawa harapan jika dikelola dengan baik. FABA yang dulunya dibuang, sekarang bisa dimanfaatkan jadi produk bernilai dan ramah lingkungan,” ujar salah satu mahasiswa peserta KKN.
FABA sendiri kini tak lagi masuk dalam kategori limbah B3, sehingga legal untuk dimanfaatkan. Dengan mengolahnya menjadi paving, desa tak hanya mengurangi residu dari pembangkit listrik, tapi juga menciptakan ekonomi sirkular berbasis desa.
Melalui keterlibatan aktif ini, para mahasiswa membuktikan bahwa KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan ruang kolaborasi untuk mendukung pembangunan desa secara nyata.
Lokasi, Waktu Pelaksanaan, Pemateri dan Tujuan Proker
Lokasi Kegiatan:
BUMDes Bhakti Raharjo, Desa Sumberrejo, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo
Waktu Pelaksanaan:
Juli – Agustus 2025 (dalam rangka KKN Mandiri 2 Universitas Muhammadiyah Surabaya)
Obyek Pelaksana:
Workshop Produksi Paving Berbahan Limbah FABA (Fly Ash Bottom Ash) dari PLTU Paiton
Pemateri / Pendamping Teknis:
Tim BUMDes Bhakti Raharjo & Operator Produksi
(TJSL didampingi oleh PLN Peduli dan Danantara Indonesia)
Tujuan Proker:
Mendampingi dan mendokumentasikan proses produksi paving dari FABA, menyusun panduan edukasi untuk operasional workshop, serta membangun sinergi antara mahasiswa, BUMDes, dan masyarakat.
Proses Pelaksanaan Pembuatan Paving FABA:
Limbah Fly Ash dan Bottom Ash dari PLTU Paiton disaring untuk memisahkan partikel halus dari kerikil atau benda asing.
FABA dicampur dengan semen, pasir, dan sedikit air menggunakan takaran khusus agar menghasilkan campuran homogen.
Campuran dimasukkan ke dalam mesin cetak paving. Mesin akan memadatkan dan membentuk paving sesuai ukuran yang ditentukan.
Paving yang baru dicetak diletakkan di rak susun untuk proses pengeringan alami selama ±24 jam agar tidak retak.
Setelah itu, paving direndam dalam air selama beberapa hari untuk proses curing agar kekuatannya maksimal.
Paving dikeringkan kembali hingga benar-benar siap digunakan atau dipasarkan.
No Comments