Malaysia Terkena Dampak Asap Pasca Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut di Pulau Sumatra

2 minutes reading
Tuesday, 22 Jul 2025 16:34 281 Aktivis

Hutan menjadi kekutan sumberdaya ekonomi yang tinggi jika dijaga dan dikelola secara bijaksana.

Banyak hewan langka yang melangsungkan hidup didalam belantara hutan yang keadaannya sekarang semakin berkurang.

Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan gambut di sejumlah wilayah Pulau Sumatra terdeteksi menyebar hingga ke Malaysia.

Sejak beberapa tahun terakhir, asap tebal kebakaran hutan terus menyelimuti wilayah Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand bagian Selatan.

Berdasarkan citra satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Pekanbaru, kabut asap terdeteksi bergerak ke arah timur laut.

Perkiraan dampak dari asap kebakaran tersebut mencapai Teluk Kemang di Negeri Sembilan, Malaysia.

Prakirawan BMKG, Gita Dewi, menjelaskan angin membawa kabut asap tersebut melintasi batas negara. “Itu menunjukkan bahwa asap terbawa angin melintasi Malaysia,” ujarnya, dikutip AP News, Senin (21/7/2025).

Kebakaran hutan dan lahan gambut kerap terjadi selama musim kemarau di Pulau Sumatra dan Kalimantan. Asap dari kebakaran ini seringkali menyelimuti sebagian wilayah tetangga, termasuk Singapura dan Malaysia.

Di Provinsi Riau, kabut asap masih menyelimuti berbagai daerah meskipun asap pekat belum terpantau di ibu kota provinsi, Pekanbaru.

Kabupaten Rokan Hilir dan Rokan Hulu menjadi daerah terdampak paling parah dengan sekitar 46 hektare lahan terbakar.

Polusi asap yang pekat menyebabkan jarak pandang menurun hingga hanya satu kilometer. Meskipun demikian, jumlah titik panas mengalami penurunan setelah upaya pemadaman dilakukan di sejumlah lokasi.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA