No : Istimewa Lamp: 1 ( satu ) berkas
Perihal : PERNYATAAN SIKAP
Kepada Yth : Bpk Prabowo Subianto
Presiden RI
Marhaen Jaya !!!
Mencermati dinamika sosial politik ahir-ahir ini yang terjadi terhadap kejadian vandalisme hal tersebut terjadi akibat kurangnya kepekaan dari penyelenggara negara dimana hal tersebut sangat berdampak dengan amuk massa sehingga menyebabkan korban berjatuhan akibat benturan antara masyarakat dan aparat di sejumlah daerah, hal ini sangat menganggu stabilitas nasional.
Kesungguhan pemerintah dalam membangun negeri dalam hal mengentaskan kemiskinan belum terbukti sehingga hukum kausalitas berlaku.
Sebagai pemimpin bangsa harusnya punya keberanian dan berani pasang badan.
Untuk itu Forum Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( FA-GMNI ) merasa prihatin atas kejadian tersebut.
Demikian seruan moral ini disampaikan .
Merdeka !!!
Dinyatakan : Bandung
Pada tanggal : 2 September 2025

Tembusan disampaikan kepada
Pernyataan Sikap FA- GMNI Terhadap eskalasi memanasnya stabilitas politik
Bahwa Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 adalah manifestasi murni tuntutan budi nurani rakyat dan bangsa Indonesia yang berjuang untuk membebaskan diri dari belenggu penjajahan kolonialisme dan imperialisme sekaligus bertujuan membangun tatanan masyarakat dan negara Indonesia yang berdaulat berkeadilan dan berkemakmuran dalam mensejahterakan rakyat menjadi bangsa yang bermartabat .
Forum Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( FA-GMNI ) dalam mencermati dinamika sosial politik dan keamanan yang sudah menelan korban dari pihak masyarakat maupun aparat yang terjadi hampir merata disemua daerah.
Untuk itu sudah saatnya para pemimpin bangsa segera bertindak secara tegas atas nama kecintaanya kepada bangsa dan negara sebab kepentingan bangsa dan negara harus diatas kepentingan pribadi atau kelompok kekuasaan lainnya.
Amuk massa yang berlangsung sejak tanggal 25 Agustus itu merupakan refleksi akumulasi dan sebagai titik kulminasi ketidak puasan serta kekecewaan masyarakat terhadap kinerja legislatif ,eksekutif dan yudikatif .
Eskalasi yang semakin meningkat sehingga stabilitas politik nasional terganggu hal ini terjadi akibat kurang respon dari pemerintah ,sehingga rakyat merasa muak dengan prilaku elite politik yang dianggap tidak punya keberpihakan kepada rakyat.
Catatan kritis terhadap penyelenggaraan Negara sebagai berikut
Indonesia betul melaksanakan sistem politik dan demokrasi tapi tidak merujuk ke demokrasi Pancasila, melainkan justru mempraktikan sistem demokrasi liberal.
Sistem politik dan ekonomi yang liberal melahirkan politik oligarki konglomerasi akibatnya rakyat kehilangan kedaulatan ,keadilan bagi seluruh rakyat indonesia tidak bisa tercapai.
Presiden harus segera mengeluarkan keputusan politik untuk meredam eskalasi yakni :
Dekrit artinya Indonesia kembali ke rel perjuangan bangsa yang benar sebagaimana dicetuskan oleh bangsa Indonesia melalui Proklamasi 17 Agustus 1945.
Evaluasi terkait pendistribusian Makan Bergizi Gratis ( MBG ) harus lebih diutamakan untuk para siswa yang berada dipulau-pulau terluar dan perbatasan sehingga mereka merasa diperhatikan.
Penutup
Pernyataan sikap ini disampaikan sebagai bukti bahwa
Forum Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( FA-GMNI ) sebagai Barisan Nasionalis – Marhaenis akan berada di Garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa.
Semoga dengan kejadian ini bisa menjadi pelajaran terutama para elite politik harus selalu berhati-hati dengan lisannya dan harus bijak dalam menyampaikan ucapan dihadapan rakyat.
“ Aku ini bukan apa-apa kalau tanpa rakyat,Aku besar karena rakyat,Aku berjuang karena rakyat dan Aku adalah Penyambung Lidah Rakyat “ ( Bung Karno ,Penggali Pancasila )
Dinyatakan : Bandung
Pada tanggal : 2 September 2025

No Comments