MONOLOG
Momentum itu telah KONKRET menjadi
POLITIK
POLITIK mendapatkan
MANDAT dari SEJARAH
PERINTAH sejarah Kepadanya adalah MEMBAKAR DUNIA SOSIAL POLITIK KRONIK yang AHISTORIS
POLITIK telah dinobatkan oleh Sejarah MENJADI Pemegang Kekuasaan Tertinggi NEGARA
Dan POLITIK Hadir didalam Sejarah menjadi PERINTAH.
PROLOG
Politik memerintahkan kepada Kekuasaan agar Membentuk UNDANG UNDANG DASAR.
POLITIK memerintahkan Kepada Kekuasaan agar Membentuk KONVENSI
POLITIK memerintahkan kepada Kekuasaan agar Membentuk PIAGAM
POLITIK memerintahkan kepada Kekuasaan agar meniadakan seluruh sistem sosial yang Tidak terhubung dengan POLITIK.
POLITIK memerintahkan kepada Kekuasaan agar Membentuk instrumen yang digunakan sebagi struktur Kekuasaan
POLITIK memerintahkan kepada Kekuasaan agar meniadakan segala MORAL yang tidak terhubung dengan NEGARA.
NEGARA hanya memiliki UNDANG-UNDANG DASAR.
MORAL itu adalah Milik elemen diluar NEGARA
MORALITAS adalah alat dari mereka Yang AHISTORIS terhadap NEGARA.
MORALITAS telah mati bersama dengan jiwa jiwa yang AHISTORIS.
P O L I T I K
Politik telah KONKRET Menjadi RAJA
Menjadi Presiden
Menjadi Perdana Mentri.
Politik kemudian terpecah pecah menjadi berbagai bentuk bentuk yang disengaja menjadi REJIM
Darinya terdapat permulaan REJIM
Ia adalah REJIM Takhayul
REJIM TEHNIK
REJIM MILITER
REJIM Demokrasi
REJIM TAKHAYUL….
REJIM ini disebut sebagai REJIM bayangan yang dipersiapkan oleh Pemberontak untuk menumbangkan REJIM yang Legitimasinya Sah.
Dan REJIM ini dianut oleh mereka yang mengalami kekalahan Abadi disetiap momen Politik.
Yang ada padanya adalah melampiaskan segala dendam Idiologisnya
Dan dendam Sosialnya tanpa menyadari bahwa REJIM yang SAH tersebut Selalu mewaspadai tingkah laku politik dan sosialnya.
Dan saat ini mereka di REJIM Takhayul ini sedang menggali kuburnya sendiri dan dipastikan PUNAH.
REJIM TEHNIK
Untuk menjadinya sebuah REJIM ditandai oleh hadirnya Para Pendiri REJIM yang Legitimasinya dipaksakan untuk diakui oleh berbagai pihak yang di- klaim sebagai komponen Konstruksi REJIM itu Sendiri, namun itu sejatinya adalah sebuah Praktik imperialistik yang pada Kondisi tertentu ketika berhadapan dengan perubahan menimbulkan kondisi Paradok yang tidak terhindarkan.
Sejarah mencatat bahwa Konstruksi REJIM Paradoksal itu rentan terhadap Konflik bahkan Bisa terbentuk berbagai peristiwa Sosial yang Kronik
Dan tidak jarang sampai terjadi Tragedi Kemanusiaan baik berupa Perang dan Pembantaian.
REJIM MILITER
Hanya kepada yang Berani dan bernyali besar , Momentum itu berpihak.
Dan hukum RASIONAL PERUBAHAN SOSIAL POLITIK menyerahkan kelanjutan perjalanan REJIM kepadanya.
Dia adalah REJIM MILITER yang bertindak atas nama Kekuasaan dalam rangka menancapkan Konstruksi sosial politik yang kokoh dan membentuk Struktur sosial politik yang tidak Rentan terhadap segala bentuk PERUBAHAN SOSIAL.
Dan REJIM MILITER ini adalah pembentuk Nasionalisme yang konkret dan menjadikan NEGARA MENJADI KUAT.
REJIM DEMOKRASI
Hukum Rasional Sejarah tidaklah mungkin Tunduk Kepada Sebuah Rejim Namun dengan Hukum Rasional Peralihan menghantam REJIM MILITER dengan Hukum Rasional Perubahannya .
Ketika Hukum Rasional Perubahan menggulung keberadaan Sebuah Rejim Inilah terjadi peristiwa KRONIK yang dinamakan Situasi BATAS SOSIAL POLITIK KRONIK itu
Dan jalan sejarah yang tersedia adalah sebuah jalan yang diakibatkan oleh Konfrontasi
Kelanjutan Konfrontasi itu adalah embriologis dari lahirnya Sebuah Rejim yang bernama
REJIM DEMOKRASI.
EPHYLOG
Potret Sejarah menyajikan informasi dengan Jelas Bahwa yang terjadi pada Sebuah Rejim adalah Gambaran mimpi buruk Kekuasaan mencoba untuk BERKUASA PENUH.
Tidak Pada Bentuk REJIM TAKHAYUL
REJIM TEHNIK
REJIM MILITER
ataupun
REJIM DEMOKRASI
Kekuasaan itu menjadi Ada
Melainkan Momentum itu selalu membawa Keabadian Kekuasaan agar Konkret dimuka Bumi
Dan MOMENTUM itu adalah POLITIK.
Dan Republik Indonesia saat ini tahun 2025 ini di Abad 21 ini sedang BERADA PADA REJIM Yang Mana
Adalah suatu tugas historis bagi seluruh anak-anak Bangsa Indonesia untuk menyadari sepenuhnya historisitasnya sebagai BANGSA Indonesia yang telah melewati berbagai REJIM.
Hanya ada satu Kalimat Historis bagi seluruh anak-anak Bangsa Indonesia yakni: Inilah Sebuah Konskeusi bagi anak anak Bangsa Indonesia yang hidup sebagai Penyokong SEBUAH REPUBLIK.
Penulis
Djoko Sukmono
Badan Pendidikan dan Pelatihan NASMAR
No Comments