Foto Sahdan Ketua Yayasan Suara Petani Indonesia Cabang Bojonegoro
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur melalui Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DPKPP) Rudianto memberikan bantuan bibit kepada keluarga miskin.
Pemberian bibit ini merupakan salah satu program kerja untuk mendukung 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati dalam rangka mempercepat pengentasan kemiskinan.
Pemberian bibit dan sayuran telah berjalan dan diterima oleh masyarakat. Selain bibit sayuran, keluarga miskin atau prasejahtera di Kabupaten Bojonegoro, akan mendapatkan paket ayam petelur dan buis beton lele ini untuk menciptakan ketahanan pangan dan memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi masyarakat.
Pembagian bibit sayur sudah diberikan kepada 14 kepala keluarga ( KK) di Kecamatan Tambakrejo, 10KK di Kecamatan Ngraho, Kecamatan Ngasem, SMP Purwosari dan salah satu pondok pesantren di Kecamatan Baureno
Jumlah penerima program penyediaan bibit tanaman untuk KK miskin sesuai data Instalasi Penerima Air Hujan (IPAH) 30 KK, juga 170KK dalam data mandiri masyarakat miskin daerah (Damisda) yang diserahkan di Desa Sidomulyo Kecamatan Kedungadem.
” Bibit yang diberikan berupa cabai, tomat, terong, bunga kol,”
Bibt yang sudah diberikan akan panen dalam jangka waktu 3-4 bulan kemudian.
Yayasan Suara Petani Indonesia Cabang Bojonegoro memberikan rekomendasi terkait solusi yang paling efektif serta efesien dalam mengurangi pengeluaran bagi masyarakat secara ekonomi, setiap keluarga harus memiliki dapur halaman, tentu yang ditanam adalah kebutuhan dapur karena hampir semua warga dipedesaan memiliki pengarangan rumah yang cukup luas.
Pemberdayaan halaman tersebut selain bermanfaat secara ekonomi juga meningkatkan kualitas oksigen bagi Kabupaten Bojonegoro pada khususnya dan semua wilayah di penjuru dunia pada umumnya, ketika ada ketakutan kelebihan produksi dari pemanfaatan lahan maka pemerintah bisa mengambil peran dengan membuka akses pasar setelah waktu panen.
Keuntungan yang dihasilkan bukan hanya bermanfaat bagi masyarakat saja tetapi pemerintah juga akan terkena dampak positif yakni naiknya pendapatan asli daerah berdasarkan transaksi yang dilakukan.
Sahdan
Ketua Yayasan Suara Petani Indonesia
Cabang Bojonegoro
No Comments