Pergerakan Sebelum Indonesia Merdeka Dilakukan Melalui Propaganda Pikiran

2 minutes reading
Tuesday, 15 Jul 2025 16:18 327 Aktivis

 

Ke merdeka an Indonesia dari kolonialis, bukan didapat secara gratis, tetapi melalui sebuah proses pemikiran yang kuat. Proses awal dengan tulisan tulisan, dipelopori oleh Tito Adhi Suryo, melalui koran koran tercetak ,disebarkan keberbagai kalangan, salah satunya Medan Priyay (1907- 1918).i. Penggunaan kesadaran, dengan cerita  pendek, mengenai nasib negeri terperentah, bersama kebuasan kekuasaan kolonialisme Belanda.,berganti,hadirlah H.O.S Tjokroaminoto, melanjutkan Sarekat Islam, dari Samanhoedi, yang diberikan amanat oleh Tirto Adhi Suryo, Tjokro merubahnya menjadi Central Sarekat Islam 1915. Bergerak dalam pemberdayaan ekonomi umat Islam, dan berhasil menggabungkan, memperluas organisasi sampai hampir ke seluruh Indonesia.Organisasi pertama, berhasil mengumpulkan bumi putra di satu lapangan  besar,sekitar 10.000 orang, kongres CSI. Selain itu, Tjokro berhasil, mengembangkan sikap nasionalis, Islam, komunis pada anak anak didiknya seperti, Semaoen, Kartosuwiryo, Muso, Soekarno dan lainnya.

Isi pemikiran HOS, terpecah menjadi tiga pemahaman.Tetapi, CSI, terpecah menjadi SI merah (Semaoen), SI putih (Tjokro), SI merah adalah didikan Genk Sneevlit pendiri Indische Sosial Democratic Vereeniging (ISDV), 1914. Merubah nama, Perserikatan Komunis Hindia dipimpin Semaoen 23 mei 1920 -10 Juni 1921, berubah menjadi PKI, kongres 23-24 Desember 1921, Tan Malaka diangkat menjadi ketua Partai Komunis Indonesia, disinilah pola pergerakan berubah menjadi progresif, pembentukan sekolah rakyat, melakukan demo demo di keramaian rakyat, membawa spanduk,memberikan selebaran, lalu analisa hasil dari aksi aksi, reaksi penonton, memperkuat sekolah rakyat, dengan  membaca, menulis, diskusi, kegiatan Pramuka diperkuat.1922, Tan dibuang ke Belanda,,atas permintaan sendiri. Muso, Alimin mengambil alih, pergerakan berubah diarahkan ke perlawanan fisik,Tan menentang sebab organisasi tak akan mampu melawan kolonialis, tanpa keterlibatan rakyat, karena revolusi membutuhkan kesadaran masyarakat terhadap perlawanan. 1926-1927, memberontak dengan senjata gagal, dibubarkan. 1927, Soekarno muncul, membawa nasionalisme. Pemikiran adalah jalan utama bagi kebebasan “terperentah” asing.

 

Penulis
Indra Aden
Pegiat Literasi dan Sosial Indonesia

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA