Dokumentasi KKN UM Surabaya di Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri 2 dari Kelompok 41 Universitas Muhammadiyah Surabaya menyelenggarakan kegiatan kolaboratif bersama Kepala Desa Kendit dalam rangka pengajian rutinan desa yang diadakan di Desa Tambak Ukir. Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah plastik melalui pembuatan ecobrick yang bernilai guna, dengan menghadirkan narasumber owner dari TSABITAHCRAFT.
Latar belakang kegiatan ini berangkat dari kondisi Desa Tambak Ukir yang pernah mengalami banjir akibat saluran air tersumbat oleh sampah, khususnya plastik, yang tidak terkelola dengan baik. Keluhan warga tersebut menjadi perhatian mahasiswa KKN untuk mencari solusi kreatif dan aplikatif agar pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif. Dengan demikian, upaya mengubah limbah plastik menjadi ecobrick dan produk daur ulang seperti Ecosofa tidak hanya bermanfaat secara ekonomi, tetapi juga dapat membantu mencegah terulangnya banjir di masa mendatang.
Acara yang berlangsung mulai pukul 19.20 hingga 20.15 WIB ini dihadiri oleh kurang lebih 70 peserta yang merupakan jamaah muslimah dan tokoh masyarakat setempat. Kegiatan berjalan lancar tanpa kendala, ditandai dengan antusiasme peserta selama mengikuti jalannya edukasi, termasuk banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada narasumber terkait praktik pembuatan ecobrick dan produk daur ulang Ecosofa.

Sosialisasi KKN UMS terkait Pegolahan Sampah Situbondo
Kegiatan ini sangat disambut antusias oleh para ibu-ibu, yang menunjukkan ketertarikan besar terhadap pengolahan limbah plastik. Beragam pertanyaan diajukan, terutama seputar proses pembuatan ecobrick dan cara menyusunnya menjadi Ecosofa. Rasa penasaran yang tinggi dari peserta menunjukkan bahwa topik ini relevan dan membuka peluang baru bagi warga, khususnya dalam pengelolaan sampah berbasis kreativitas.
Edukasi ini memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk tindak lanjut dari hasil observasi mahasiswa KKN sebelumnya yang menemukan bahwa pengolahan sampah di Desa Tambak Ukir masih tergolong minim. Sementara itu, desa ini telah mulai menjalankan program bank sampah yang dapat menjadi langkah awal dalam pengelolaan limbah secara lebih kreatif dan produktif.
Dengan menghadirkan contoh produk Ecosofa, narasumber menjelaskan bahwa pembuatan ecobrick sangat memungkinkan untuk dilakukan oleh siapa saja karena prosesnya mudah, hemat biaya, dan tidak memerlukan alat khusus. Selain itu, produk daur ulang ini bersifat ramah lingkungan serta memiliki nilai jual yang dapat membantu meningkatkan ekonomi rumah tangga, khususnya bagi kaum ibu rumah tangga.
Kepala Desa Tambak Ukir dalam sambutannya juga menyampaikan harapan agar ibu-ibu setempat dapat berkreasi dan menjadikan kegiatan daur ulang ini sebagai peluang untuk menambah penghasilan keluarga sekaligus mengurangi risiko bencana lingkungan seperti banjir.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap dapat memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membuka ruang baru dalam pemberdayaan ekonomi melalui inovasi pengelolaan limbah plastik.
Penulis
Siti Ainaya Annisa
Mahasiswa KKN Mandiri 2 Universitas Muhammadiyah Surabaya
Kelompok 41 wilayah Situbondo
No Comments