Indonesia merupakan bangsa yang besar dari kemunculan para pemikir dimulai sejak kesadaran melawan penjajahan hadir ditubuh para cerdik pandai.
Pemikir dahulu belajar melalui sistem pendidikan yang dibuat oleh kolonialis dan lebih dikenal bernama politik etis. hal ini dikutip berdasarkan keberadaan buku Douwes Dekker berjudul Max Havelaar ia berganti nama Multatuli.
Terbitnya buku tersebut mengguncang Eropa khususnya Belanda, Isi bukunya menceritakan perbudakan, ketidak manusiawian atas tindakan Belanda dan para bangsawan terhadap rakyat mereka.
Para penjajah mempekerjakan masyarakat tanpa pembayaran, tiada makanan, serta tidak ada batas waktu. Sementara, penakluk bersama penguasa lokal hidup bernaung dibawah kemewahan, berkecukupan, kemakmuran,masyarakat hidup dibawah garis kemiskinan.
Tulisan ini dibuat, untuk menggugah para politisi Belanda supaya merubah, membantu dan menghentikan tindakan kejam tersebut.
Salah seorang anggota parlemen negeri kincir angin bernama Denveer membuat saran agar politik etis diberlakukan di Hindia Belanda.
Setelah dibuat sistemnya, maka pendidikan mulai diberlakukan hanya khusus untuk para anak anak bangsawan, pejabat pribumi, tetapi dalam kenyataannya pengajaran disampaikan oleh kelompok terdidik kepada anak yang tak berkasta.
Hasilnya, munculah nama nama yang menggunakan keahlian menulis dikoran koran masa itu, membuat koran sendiri seperti Tirto Adi Suryo, sehingga berkembanglah generasi para pemikir dibawahnya.H.O.S Tjokroaminoto, Semaun,Tan Malaka,Mas Marko,Soekarno, Muh.Hatta dan lainnya.
Tokoh tokoh yang bergerak sangat kuat pada dunia literasi, diskusi serta menulis. Gerakan awal revolusi Indonesia berjalan pada pemahaman untuk kesadaran berpikir, membuka realita sebenarnya pada rakyat berbagai kalangan anak bangsa.
gerakan intelektual tersebut dilakukan dengan maksud membangkitkan kekritisan, mencerna situasi kondisi beranalisa, memahami keterjajahan negeri pada kezaliman, ketertindasan. tidak pernah ada kebebasan, kebodohan merajalela dijadikan budak dinegeri sendiri.
Pemikiran yang membuat keberadaan perlawanan semakin memajukan diri kehadapan rakyat ditambahkan sumpah pemuda 28 Oktober1928.
gerakan tersebut terlebur dalam kesatuan sikap dan tindakan para pemuda berbagai wilayah Hindia Belanda dengan menyatukan diri menjadi Indonesia.
No Comments