Sejarah Tumbangnya Sang Jendral dan Masuknya Agen Asing Yang Menguras Sumber Daya Alam Indonesia

2 minutes reading
Monday, 21 Apr 2025 16:54 511 Aktivis

Berbagai hal telah terjadi pada bangsa dan rakyat pemilik ribuan pulau, mulai dari terjadinya Gestok (Gerakan satu Oktober), terpilihnya Jendral diktator pasca peristiwa tersebut, muncullah KKN,monopoli ekonomi, berbagai tragedi buruh, hukum tajam kebawah tumpul keatas, sehingga tampil reformasi menumbangkan sang Jendral besar.

Adakah perubahan ?Tidak, dikarenakan para elit dan politisi tetap berada dalam pola berpikir serta diselimuti budaya dimasa sebelumnya diperparah, dihentikan cara berpikir rakyat walaupun intelektual selalu menggunakan teks yang berkompromi dimedia massa popular sehingga para penyuka literasi harus paham arah isi tulisan itu bergema dikelompok kecil dan tidak bergema ke seantero Nusantara.

Disis lain sistem pendidikan sudah mendarah daging membuang semua bentuk membaca bahkan diarahkan pada bentuk pekerjaan yang mengutamakan harta dan tahta.

Hal itu merupakan kenyataan hidup dibumi bukankah setiap manusia punya akal agar bisa berpikir secara logis supaya mampu menghadapi kesulitan didepan dirinya sampai terpecahkan masalah menggeluti.

Tanpa pembenahan akal manusia selalu menggunakan apa yang ada bersama telah terekam diakal menghilangkan kreatifitas, menjadi peniru bagi perkembangan segala aspek pembangunan negeri.

Ketidakberdayaan dimanfaatkan bangsa asing untuk mengambil sumber daya alam, buruh dan mengatur birokrasi pemerintahan baik lewat uang, teknologi juga penanaman modal asing sesuka hatinya berbuat apapun dimauinya. Belum lagi membeli barang barang kebutuhan Negara baik militer , sipil dibarengi syarat syarat berat dan patut dipatuhi.

Kita hanya jadi budak asing karena tak memilki sistem pendidikan nasional yang melatih cara berpikir. Negara negara asing sejak awal telah menciptakan metode berpikir dan memperkuatnya lewat literasi, menulis, diskusi, membebaskan anak didik berpikir menurut keyakinan atas pemahamannya.

Elit dan politisi Nusantara berbuat sesuatu tuk rakyat dalam kebaikan demi nama, popularitas, terpilih kembali  atau memberikan jalan bagi anak anak dimasukan kedalam elit – politisi. Dunia KKN tidak akan pernah berubah jika mereka tak pernah mampu merubah cara berpikir melalui dunia pendidikan.oleh sebab itu Elit- politisi harus meningkatkan kesukaan pada dunia literasi dan di perkuat secara tersistem.

 

Penulis
Indra Aden
Pegiat Literasi dan Sosial Indonesia

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA