​Proyek Jalan ‘Siluman’ 2,1 Miliar di Desa Bulu Bojonegoro Terancam Mangkrak, Warga Geram!

2 minutes reading
Saturday, 21 Feb 2026 01:36 235 Aktivis

 

​BOJONEGORO – Aroma tak sedap mulai tercium dari proyek pembangunan jalan rigid beton di Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro.

Proyek raksasa yang menelan anggaran fantastis senilai Rp 2.170.327.500 dari dana Bantuan Keuangan Desa (BKD) tahun 2025 ini memicu kemarahan warga karena diduga kuat terbengkalai.

​Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, progres pengerjaan jalan sepanjang 1.050 meter dengan lebar 4 meter tersebut tampak jalan di tempat. Ironisnya, aktivitas pekerja telah berhenti total selama lebih dari tiga bulan, sementara progres fisik diprediksi baru menyentuh angka 15 persen.

​Anggaran Miliaran, Hasil Masih Nihil

Melihat rincian Rencana Anggaran Biaya (RAB), publik dibuat terbelalak. Dana miliaran tersebut dialokasikan untuk berbagai pos vital, di antaranya:
​Pekerjaan Struktur: Rp 1,63 Miliar (Sektor paling krusial yang belum tersentuh pengecoran beton)
​Pekerjaan Tanah & Geosintetik: Rp 334 Juta
​Perkerasan Berbutir: Rp 139 Juta
​Hingga Sistem Manajemen Keselamatan (SMKK): Rp 4,9 Juta. Namun, realita di lapangan justru berbanding terbalik dengan angka-angka tersebut karena sampai sekarang belum ada tanda-tanda pengecoran beton dilakukan.

Sebagian ruas jalan masih berupa tanah dan bebatuan kasar yang justru mempersulit mobilitas warga.

​Suara Rakyat: “Mana Janjinya?”

Keresahan warga Desa Bulu kini berada di titik puncak. Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan rasa kekecewaannya yang mendalam atas lambatnya proyek ini.

​”Anggarannya ini miliaran, bukan uang kecil. Tapi kenyataan di lapangan sangat minim. Sudah tiga bulan sepi, tidak ada tukang, tidak ada mesin. Kami sebagai warga merasa dibohongi jika begini terus,” cetusnya dengan nada tinggi saat dikonfirmasi media.

​Menanti Jawaban Pemerintah Desa
Berhentinya aktivitas proyek selama berbulan-bulan tanpa alasan yang jelas menimbulkan tanda tanya besar:

Ke mana aliran dana miliaran tersebut? Mengapa progresnya macet total padahal tahun anggaran terus berjalan?

​Masyarakat Desa Bulu kini menuntut transparansi penuh dari pihak Pemerintah Desa dan kontraktor pelaksana. Jika tidak segera diselesaikan, proyek ini terancam menjadi “monumen mangkrak” yang hanya menghamburkan uang negara tanpa memberi manfaat nyata bagi rakyat.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan klarifikasi resmi mengenai penyebab pasti berhentinya proyek jalan rigid tersebut. Warga berharap Aparat Penegak Hukum (APH) dan Inspektorat Bojonegoro segera turun tangan melakukan audit investigasi sebelum kerugian negara semakin membengkak.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA