Tanggapan Hadi Prajoko Terhadap Tulisan Djoko Sukmono Yang Berjudul “ Kematian Hantu Sosial dan Terwujudnya Kerajaan Material di Dunia”

2 minutes reading
Friday, 28 Feb 2025 14:58 674 Aktivis

Kematian sosial dan terbentuknya hantu kerajaan material adalah konsep yang kompleks dan dapat dipahami dari berbagai perspektif filosofis dan ilmiah.

Berikut adalah penjelasan tentang konsep ini dengan berbagai nilai filosofis dan karya tulis ilmiah

Kematian sosial dapat dipahami sebagai proses di mana individu atau kelompok kehilangan identitas, nilai, dan makna sosial mereka. Konsep ini dapat dipahami dari perspektif filosofis eksistensialisme, yang menekankan bahwa individu memiliki kebebasan untuk memilih dan menciptakan makna hidup mereka sendiri.

Menurut Jean-Paul Sartre, kematian sosial dapat terjadi ketika individu kehilangan kebebasan dan menjadi “objek” bagi orang lain (Sartre, 1943). Hal ini dapat terjadi ketika individu menjadi korban penindasan, diskriminasi, atau eksploitasi.

Dalam konteks Nusantara, konsep kematian sosial dapat dipahami dari perspektif filosofis kearifan lokal. Menurut Ki Hajar Dewantara, kematian sosial dapat terjadi ketika individu kehilangan kesadaran akan identitas dan nilai-nilai budaya mereka (Dewantara, 1935).

Terbentuknya hantu kerajaan material dapat dipahami sebagai proses di mana individu atau kelompok menjadi korban penindasan dan eksploitasi oleh sistem sosial dan ekonomi yang berkuasa. Konsep ini dapat dipahami dari perspektif filosofis Marxisme, yang menekankan bahwa sistem kapitalisme dapat menciptakan ketidaksetaraan dan penindasan bagi individu dan kelompok yang lemah.

Menurut Karl Marx, hantu kerajaan material dapat terbentuk ketika individu menjadi korban alienasi dan eksploitasi oleh sistem kapitalisme (Marx, 1848). Hal ini dapat terjadi ketika individu kehilangan kontrol atas means of production dan menjadi korban penindasan oleh kelas kapitalis.

Dalam konteks Nusantara, konsep hantu kerajaan material dapat dipahami dari perspektif filosofis kearifan lokal. Menurut Tan Malaka, hantu kerajaan material dapat terbentuk ketika individu menjadi korban penindasan dan eksploitasi oleh sistem kolonialisme dan kapitalisme (Malaka, 1925).

Dalam keseluruhan, kematian sosial dan terbentuknya hantu kerajaan material adalah konsep yang kompleks dan dapat dipahami dari berbagai perspektif filosofis dan ilmiah. Konsep ini dapat dipahami dari perspektif filosofis eksistensialisme, Marxisme, dan kearifan lokal Nusantara.

Referensi:

Dewantara, K. H. (1935). Bagian Pertama: Falsafah dan Pendekatan. Dalam K. H. Dewantara (Ed.), Pendidikan (hlm. 1-15).

Malaka, T. (1925). Naar de Republiek Indonesia. Dalam T. Malaka (Ed.), Kumpulan Karangan (hlm. 1-10).

Marx, K. (1848). Manifest der Kommunistischen Partei. Dalam K. Marx & F. Engels (Eds.), Werke (hlm. 459-471).

Sartre, J.-P. (1943). Being and Nothingness: An Essay on Phenomenological Ontology.

 

Tulisan terakhir tanggapan atas sdr Djoko Sukmono.
Aransemen analisis
Dr. Ir, Hadi PRAJOKO SH,MH.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA