Potret Generasi FREESTYLE
Selamat datang Kemerdekaan
Selamat datang Perubahan
Selamat datang Generasi FREESTYLE KONKRET.
( Joko Sukmono )
PROLOG
Historiography adalah ketrampilan dari individu maupun kelompok dalam mencatat kejadian dan peristiwa masa lalu yang ABU ABU untuk dimengerti oleh individu individu Konkret yang sedang menjalankan hidup di saat ini.
Kadang pencatatnya sudah tidak ada ( Mati)
Namun masih ada saja penganutnya yang terus menerus mempelajari dan dihubung hubungkan dengan situasi saat ini bahkan dianggap terhubung dengan masa depan. Ini adalah suatu yang ironis.
Dengan hal yang sedemikian itu Generasi Bebas tidak terpengaruh olehnya. Karena generasi bebas ini lahir atas respon terhadap seluruh peristiwa peristiwa sosial yang terjadi di Dunia Sosial yang dinyatakan oleh generasi bebas sebagai ILUSI.
Hari ini Minggu ke empat bulan Februari tahun 2025 adalah hari yang yang ditandai oleh lahirnya Generasi FREESTYLE .
Indonesia telah Go publik
Indonesia tidak hanya untuk Indonesia
Indonesia untuk Dunia
Generasi FREESTYLE adalah generasi yang antisipatif
Adalah generasi yang tidak kekanak Kanakan
Adalah generasi yang berprinsip bahwa tidak ada alasan sedikitpun dan sekecil apapun untuk membenci kelompok lain golongan lain suku bangsa lain dan Bangsa lain.
Generasi FREESTYLE adalah generasi yang terdiri dari individu Konkret yang padanya melekat Kebebasan dengan memandang seluruh pengalaman kehidupan sosial secara Transhistorisitas yang tidak berpikir sempit regional dan Primordial melainkan memiliki pola pikir yang dinamis dengan prinsip Sekuler artinya tidak terjebak oleh pandangan pandangan yang sempit yang mengklaim sebagai wakil Kebenaran dan Kebaikan.
Bahkan pancang pancang kebenaran dan kebaikan telah di tinggalkan dalam rangka memenuhi panggilan SEJARAH Yaitu Sejarah masa depan Generasi Baru.
Negara yang dianggap sudah Usang dan tidak becus didalam mengantisipasi Perubahan Sosial yang terjadi juga akan ditinggalkan oleh generasi FREESTYLE ini.
Generasi FREESTYLE adalah generasi masa depan dunia yang berorientasi kepada Kemajuan, yang berorientasi kepada Keberdikarian, yang berorientasi kepada Kebebasan
Generasi FREESTYLE telah mengklaim Bahwa seluruh kejadian masa lalu yang ABU ABU itu boleh dilupakan dan dianggap tidak ada dan tidak pernah terjadi.
Hal yang sedemikian itu adalah LOGIS dan REALISTIS karena tidak ada kewajiban apapun bagi generasi FREESTYLE untuk mempercayai segala peristiwa peristiwa Historis dimasa lalu.
Disamping tidak terlibat dan bukan juga sebagai pelaku peristiwa masa lalu.
Tidak ada hutang sekecil apapun terhadap masa lalu.
Inilah filosofi Generasi FREESTYLE
Tidak ada pula yang harus diperjuangkan terhadap perjuangan masa lalu yang belum terselesaikan oleh generasi pada masa lalu itu.
Generasi FREESTYLE menyatakan dengan ini Bahwa tidak sedikitpun berterima kasih kepada Masa lalu, karena baginya masa lalu tidak ada.
Generasi FREESTYLE telah merancang pembunuhan kepada seluruh generasi yang masih berorientasi kepada kebenaran dan kebaikan yang di buat dimsa lalu.
EPHYSTIMOLOGIS FREE GENERATION
GENERASI BEBAS adalah Generasi Baru yang tidak memiliki tanggung jawab Sosial Historis, yang tidak memiliki Sosial budaya, yang tidak memiliki Moral Universal.
Generasi bebas hanya memiliki sejarah dirinya sendiri,.
Generasi Bebas hanya memiliki Sosial budayanya sendiri
Generasi bebas hanya memiliki moralnya sendiri.
Generasi bebas tidak memiliki Moral kawanan yang universal, akan tetapi moral masing masing individu.
Generasi bebas hanya memiliki identitasnya sendiri dan identitas orang lain ketika terjadi sebuah Relasi.
Para Generasi Bebas hanya memiliki Memorinya sendiri, para Generasi Bebas tidak membebani memorinya terhadap peristiwa peristiwa masa lalu
Para Generasi Bebas adalah individu Konkret yang otentik
Yang tidak takut hidup
Yang tidak cemas
Yang tidak ragu ragu
Yang tidak gelisah
Yang tidak kawatir.
Para Generasi Bebas adalah individu Konkret yang TIDAK:
VANDALIS
ENTROPHYS
KRMINALIS
PHATHOLOGIS
NEPOTIS
Para Generasi Bebas adalah individu Konkret, Individu Konkret yang membangun Relasi bebas dengan KONVENSI.
Penulis
Djoko Sukmono
Badan Pendidikan dan Pelatihan NASMAR
No Comments