Berikut beberapa Contoh tentang Keadilan
Kebebasan
Kesejahteraan
Kesetaraan
Persaudaraan dan lain sebagainya.
Tetapi sayangnya semua Itu hanyalah sebuah ILUSI.
( Djoko Sukmono )
Prolog
Hanya sekali didalam sejarah Suatu Bangsa itu BESAR
Hanya sekali didalam sejarah seseorang itu Berkuasa
Hanya sekali didalam sejarah Suatu Negara itu Unggul
Ketiganya tidak terulang lagi
Apakah Rasialisme itu Ada?? Jawabnya ADA
Apakah faham rasialisme itu saat ini masih ada??? Jawabnya masih Ada
Siapakah dia??? Dia adalah Ras unggul
Dimana dia??? Dia ada dimana mana
Apakah Rasialisme itu bertentangan dengan Kemanusiaan??? Jawaban TIDAK
Mengapa demikian???? Karena kemanusiaan itu hanyalah konsep konsep tentang esensi manusia yang masih berupa tuntutan dan lebih kepada sekadar himbauan
Dan kepada siapa tuntutan kemanusiaan itu disampaikan???
Ya kepada negara
Mengapa untaian untaian tuntutan itu tidak kunjung tiba???
Karena kemanusiaan itu bersifat abstrak
Karena keabstrakannya itu membuat tidak bisa dipenuhi
Kemudian daripada itu apakah gunanya Hukum??
Hukum tidak berguna bagi Ras unggul, karena Para Ras unggul itu ( di Superman) tidak membutuhkan hukum , hukum hanya berlaku bagi pendamba yakni mereka yang Gandrung dengan kemanusiaan
Mengapa???? Karena mereka Para pendamba kemanusiaan itu adalah orang yang termarjinalkan
Contoh konkretnya adalah Rakyat
Rakyatlah yang membutuhkan perlindungan yang membutuhkan keadilan yang membutuhkan kesejahteraan sedangkan para Rasis tidak.
Mengapa karena Para RASIS telah BERKUASA penuh akan Dunia
Yang dikuasai adalah Politik, ekonomi dan teknologi
Dengan semboyan Gold Gospel War Glory and victory
Inilah Realistis konkret dari keberadaan manusia yang tinggal di muka bumi
Ada sebuah kata kata ontologis sebagai semboyan didalam memperjuangkan tercapainya kekuasaan sampai kepada Genggaman, yaitu : Gold’ Gospel Glory and victory dan didalamnya ialah War. Disini mengandung Suatu tahapan tahapan yang integral.
Gold adalah kekuatan finansial , Gospel adalah kekuatan kewibawaan yang didalamnya adalah Moral dan spiritual, Glory adalah kejayaan yang didalamnya terkandung Kekuatan, Victory adalah kemenangan yang didalamnya terkandung Keutamaan sebagai figur yang tangguh dan dalam rangka itu semuanya diperlukan War yang berarti Peperangan, didalam filosofi demokrasi elektoral tindakan tindakan nyata didalam mengalahkan pesaing dengan strategi yang RIIL, kemenangan tidak tiba-tiba Turun dari langit melainkan dengan bertindak cepat tepat dapat dari Gool, kemenangan hanya datang kepada orang yang berjuang sungguh didalam untuk mendapatkan kemenangan itu, kemenangan tidak datang kepada orang yang takut, orang yang cemas maupun orang yang ragu, terus teruslah bertindak utk menang. Yang menang hidup, yang kalah akan terpinggirkan dan menjadi endapan endapan yang kronis. JANGAN KALAH
“Filosofi 80 tahun Indonesia Merdeka”.
Apakah Saya Manusia ??
Ya…
Saya adalah Manusia Otentik.
Apakah Saya Hidup ??
Ya..
Hidup Saya adalah Mempercayai Eksistensi Saya Sendiri.
Apakah Saya adalah yang melingkupi Saya ??
Ya….
Yang melingkupi Saya adalah Seluruh Kesadaran Saya.
Apakah Saya adalah milik saya ??
Ya …
Saya adalah milik Saya sendiri.
Apakah Saya harus Menjadi ??
Ya ….
Saya menjadi sebagaimana saya mempercayai.
Apakah Saya harus mempercayai ??
Ya…
Saya mempercayai Eksistensiku.
Apakah Saya harus mengerti ??
Ya…
YANG saya mengerti adalah Esensiku.
Apakah hidup Saya ini belum selesai ??
Ya …..
Hidup Saya harus saya selesaikan seumur hidup Saya.
Kemudian dari pada itu jadilah manusia KONKRET.
Jadilah manusia sejarah.
Jadilah manusia politik.
Jadilah manusia unggul.
Jadilah Besar dan jangan Runtuh.
Revolosi Indonesia belum selesai.
Ajak seluruh anak-anak Bangsa untuk melanjutkan REVOLUSI.
Yang menjadi musuh Revolosi Indonesia saat ini adalah anak anak dan cucu cucunya NEKOLIM
Siapakah mereka ??
Oligarki
HOMO ECONOMICUS CAPiTALISME.
Crime state corporotet
Dengan sistem sosial ekonominya yang bernama Liberalisasi disegala sektor
Dan penyertaan Kapital disektor sektor strategis
Apakah Revolosi Indonesia ini berhenti sampai disini ??, atau dilanjutkan…..??
Jika Revolusi Berhenti berarti Indonesia telah terbukti sebagai negara Boneka NEKOLIM.
Dilanjutkan berarti melawan kekuatan yang yang besar dan BERKUASA PENUH atas seluruh sistem, seluruh kontruksi dan struktur yang kokoh dan tahan terhadap segala bentuk infiltrasi, aneksasi maupun penetrasi.
Tinggal pilih…..
Jika menang hidup.
Jika kalah binasa.
Jika menyerah jadi Budak.
LAWAN…
MERDEKA…!!
RUANG SOSIAL POLITIK
REALITAS Sosial yang ada dan menjadi di Dunia ini adalah suatu akumulasi dari tindakan tindakan produktif dari Manusia Konkret yang menggerakkan Sejarah didalam Kehidupan sosial manusia.
MANUSIA KONKRET Telah menaburkan bibit bibit unggul yang Secara embriologis menumbuhkan Tunas tunas Kehidupan yang BERNAMA MANUSIA INDIVIDUAL KONKRET dan MANUSIA SEJARAH.
Manusia individual Konkret inilah yang dikemudikan hari menjadi Manusia unggul yang disebut sebagai MANUSIA POLITIK.
Sedangkan Manusia Sejarah adalah manusia yang menyadari sepenuhnya historisitasnya
Yakni Saya adalah Eksistensiku
Saya adalah Esensiku
MANUSIA POLITIK
Manusia Politik adalah Manusia Konkret yang pada dirinya melekat Kehendak Untuk BERKUASA
MANUSIA SEJARAH
Manusia Sejarah adalah manusia Konkrit yang pada dirinya melekat Kehendak Untuk HIDUP
Dalam bentuk Riilnya Manusia Politik itu adalah PRESIDEN
PERDANA MENTERI
KETUA PARLEMEN
Kemudian Manusia Sejarah dalam bentuk Riilnya adalah FILSUF.
Tulisan diawali dengan situasi phyko – Sosial yang terjadi saat ini pada Ruang Sosial Politik yang mengharu biru Kehidupan sosial anak anak manusia didalam Men-Dunia.
Apakah itu???
Dia adalah tuntutan tuntutan tentang Keadilan
Tentang human Right ( Hak azasi manusia)
Tentang Kebebasan
Tentang Kesejahteraan
Tentang Masa depan Bangsa Bangsa
Tentang masa depan kehidupan sosial manusia di Bumi.
REVOLUSI SOSIAL
Revolusi Sosial adalah *SUATU REALITAS SOSIAL BARU* yang terjadi akibat gerak sejarah kehidupan sosial manusia, mencakup seluruh aspek kehidupan sosial, termasuk *IDEOLOGI, POLITIK, EKONOMI,* dan *BUDAYA*.
Gerak sejarah ini merupakan akumulasi dari seluruh aktivitas sosial yang telah mencapai *BATAS SOSIAL* dan menemui jalan buntu.
Dalam sejarah, pernah terjadi revolusi-revolusi yang menyala-nyala, bergerak cepat melibas apa saja dan siapa saja yang menghalangi jalannya revolusi.
Revolusi ideologi dikobarkan oleh Revolusi Bolshevik di Rusia dan diakhiri oleh *BUBARNYA UNI SOVIET*, yang ditandai dengan jebolnya Tembok Berlin.
Revolusi politik dikobarkan oleh Revolusi Prancis dengan semboyan *Liberty, Égalité, Fraternité, yang hingga kini masih menjadi **SIMBOL* perjuangan politik di berbagai negara di dunia.
Revolusi ekonomi adalah *RASIO DIALEKTIS* terhadap materialisme historis yang terus mengikuti gerak sejarah dengan postulat bahwa manusia adalah endapan struktur *EKONOMI*, yang darinya muncul distribusi benda-benda ekonomi dalam kehidupan sosial.
Revolusi budaya diawali dengan terbunuhnya Sokrates, dan *REVOLUSI BUDAYA* ini tidak pernah berakhir, karena ia didasarkan pada kebijaksanaan yang hingga kini dapat dirasakan oleh semua orang dalam bentuk berbagai kemudahan teknologi, yang ditandai oleh era *DIGITALISASI*.
Revolusi Sosial tidak mengikuti model-model revolusi yang pernah ada dan gagal di masa lalu. Sebaliknya, Revolusi Sosial abad ke-21 mengikuti pergerakan *HUKUM RASIONAL SEJARAH, yang ditandai dengan **HUKUM RASIONAL PERUBAHAN*.
DIMENSI SOSIAL
Dimensi Sosial adalah keseluruhan realitas sosial. Dimensi Sosial tampak dalam bagian-bagiannya berupa *Postulat Sosial, Peristiwa Sosial,* dan *Situasi Sosial*.
Dimensi Sosial juga menunjuk kepada *RUANG SOSIAL, yang di dalamnya terdapat Sosial Budaya dan Sosial Politik.
Dalam penjelasannya, Dimensi Sosial memandang keseluruhan *REALITAS SOSIAL* dengan pendekatan *Hukum Rasional Sejarah*.
Dalam metodologinya, Dimensi Sosial menggunakan *RASIO HISTORIS, dengan melihat secara jernih hal-hal yang terhubung dengan **Hukum Rasional Perubahan Sosial*.
Ada sebuah pemikiran revolusioner dari seorang filsuf besar tentang REALITAS SOSIAL konkret yang meledakkan Perang Dunia II sebagai berikut:
Nietzsche adalah filsuf eksistensialis yang berfilsafat dengan *🔨 (PALU)*.
Pancang-pancang kebenaran dan kebaikan diremukkan dengan palu, karena telah membunuh jiwa-jiwa anak manusia.
Dengan menghancurkannya, anak-anak manusia dapat hidup *OTENTIK* sebagai *Manusia Konkret*.
Kebangkitan anak-anak manusia adalah menjadi *Manusia Unggul* (*manusia berdasarkan eksistensinya yang otentik), dalam istilah Indonesia disebut **Manusia yang BERDIKARI* (meminjam istilah Bung Karno).
Manusia unggul adalah *Manusia Konkret*.
Manusia unggul adalah *Manusia Konkret* yang mampu menjadi dirinya sendiri, mampu menghidupi dirinya sendiri, mampu melindungi dirinya sendiri, tanpa harus meminta pertolongan dari orang lain, negara, masyarakat, maupun agama.
Pertolongan dari ketiganya dianggap *ILUSIF*, karena sudah ribuan tahun tidak kunjung tiba.
Dalam kehidupannya di dunia, manusia *KONKRET* menghargai keberadaannya sendiri tanpa menunggu pengakuan dari pihak lain.
Hamparan kehidupan sosial manusia yang luas meniscayakan keberadaan *manusia KONKRET* yang bermoral *TUAN* (menjadi *SUPERMAN*).
Siapakah yang terinspirasi oleh Nietzsche?
Dialah *Adolf Hitler*, yang terbukti dalam sejarah dunia sebagai manusia unggul yang mampu membakar Eropa dalam Perang Dunia II.
Tidak tepat jika segala tuduhan dialamatkan kepadanya, karena Perang Dunia II bukanlah persoalan etika maupun hukum internasional, melainkan manifestasi dari *Panggilan SEJARAH*.
Pada suatu waktu, terjadi sebuah kejadian fundamental:
Sebuah lembaga baru berdiri, dibatasi oleh *tembok-tembok raksasa, gedung-gedung putih, rumput hijau,* dan *kebun binatang yang berwujud manusia*.
Sementara itu, sesosok *Kampus Biru* berubah menjadi *Kelabu*.
Semangat *Merah, api revolusi, dan api kemarahan dibakar habis oleh **BOM ATOM*.
Kampus itu menjadi *saksi bisu*.
Kampus itu diam, tanpa suara, bahkan tanpa bahasa.
Mendadak, *HITLER* dan *STALIN* berkata:
“Ayo kita kuasai dunia!” kata Stalin.
Hitler membentak, “Pergilah ke Timur, hai Komunis, dan aku pergi ke Barat!”
Secepat kilat, momen historis terjadi.
Gemuruh *sejuta marinir* mendarat di *Normandia*.
Konspirasi Hitler dan Stalin gagal.
Hiroshima dan Nagasaki dibakar *BOM ATOM*.
Benar-benar hebat *si keparat Amerika*…
Tetapi…
Di sebelah tenggara bumi ini, ada yang meledakkan *REVOLUSI SOSIAL, dengan kulminasi **PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA*.
Inilah percikan *FILSAFAT SOSIAL, catatan kecil tentang **REVOLUSI SOSIAL* yang terjadi di dunia dalam perspektif *dimensi waktu* dalam kerangka * *.
Revolusi Sosial belum selesai.
Hanya tinggal menunggu *Panggilan SEJARAH*.
Mendadak petir menyambar di siang hari.
Kampus yang tragis, akankah kau menjadi sebuah tragedi?
Ketika badai lewat dengan dahsyat, sekilas tampak potret *Sokrates* berjabat tangan dengan *Plato*.
Sebuah peristiwa fundamental…
Sebuah kejadian monumental…
Ketika *Plato* mengadakan pembelaan terhadap *Sokrates*.
Tak peduli bahwa *Plato adalah bangsawan*.
Tak peduli bahwa *Sokrates adalah anjing*. …
Ruang Sosial Politik adalah Suatu ruang kecil yang sempit Namun disitu adalah singgasana bagi berkumpulnya manusia KONKRET yang bernama manusia manusia politik yang memilki otoritas tertinggi terhadap pemberlakuan sistem sosial Politik yang digelontorkan didalam Ruang sosial yang luas itu dan kemudian dari pada itu Dunia Sosial bekerja dan bergerak dalam kendali PENUH Dibawah manusia manusia Politik.
Inilah yang dinamakan POLITIK adalah KEKUASAAN Yang Melembaga.
Sementara itu Manusia Sejarah ( FILSUF) tersenyum lepas dengan segala Bahasa politik maupun tingkah laku politik dari manusia manusia Politik itu.
Hal itu dikarenakan Sang FILSUF mengetahui arah dari gerak sejarah kehidupan sosial manusia didalam Men-Dunia yaitu
Apapun yang dilakukan oleh manusia Politik akan berakhir dengan Tragis
Yang bisa dinyatakan sebagai Hantaman BAJA SEJARAH yang tak Terhindarkan.
Penulis
Djoko Sukmono
Badan Pendidikan dan Pelatihan NASMAR
No Comments