Foto Lutfi Utomo S.sos
Pelaku UMKM dari seluruh Indonesia harus bersatu demi meningkatkan tingkat ekonomi nasional dan Mengurangi Kemiskinan
( Lutfi Utomo )
Kondisi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah menjadi perhatian penting Pemerintah dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Bahkan Presiden Prabowo merumuskannya dalam Program Asta Cita. Ketika ekonomi nasional dan internasional ambruk, maka yang bertahan hanya UMKM dengan segala keterbatasannya.
Setelah membaca Suara Pembaca di media nasional Bisnis Indonesia edisi 27 Maret 2026, muncul keprihatinan dari masyarakat terkait kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada pelaku UMKM, khususnya menyangkut akses terhadap Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sorotan ini mengarah pada salah satu lembaga perbankan, yakni BNI Jember, yang dinilai belum memberikan dukungan optimal melalui penyaluran KUR.
Kami sebagai Masyarakat Jombang melihat bahwa KUR merupakan salah satu instrumen vital dalam membantu pelaku usaha kecil untuk berkembang. Dengan akses pembiayaan yang terjangkau, para pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, serta menjaga keberlangsungan usaha di tengah tantangan ekonomi yang tidak menentu.
Ketika akses tersebut terhambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu pelaku usaha, tetapi juga oleh ekosistem ekonomi secara keseluruhan.termasuk yang dialami oleh Arief Dwi Wahyu yang mengajukan KUR ke BNI Bondowoso yang berada dibawah naungan BNI Jember.
Keprihatinan ini semakin menguat karena UMKM selama ini terbukti menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Mereka menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi signifikan terhadap produk domestik bruto. Oleh karena itu, dukungan dari lembaga keuangan, khususnya melalui program seperti KUR, menjadi sangat krusial. Ketidakterbukaan atau keterbatasan dalam penyaluran kredit justru berpotensi menghambat laju pertumbuhan sektor ini.
Sebagian masyarakat menilai bahwa kebijakan yang tidak proaktif dalam mendukung UMKM dapat menciptakan kesenjangan ekonomi yang lebih luas. Pelaku usaha kecil yang kesulitan mendapatkan modal akan tertinggal, sementara persaingan pasar semakin ketat. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi daerah, yang pada akhirnya berdampak pada ekonomi nasional.
Harapan masyarakat Jombang cukup jelas, yaitu adanya evaluasi dan perbaikan kebijakan agar lembaga perbankan, termasuk BNI Jember, dapat lebih berpihak kepada pelaku UMKM. Transparansi dalam proses pengajuan, kemudahan akses, serta komitmen untuk mendukung usaha kecil menjadi hal yang sangat diharapkan. Dengan sinergi antara masyarakat, pelaku usaha, dan lembaga keuangan, pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan.
Penulis
Lutfi Utomo S.Sos.
Pelaku UMKM Kabupaten Jombang Jawa Timur
No Comments